INDONESIAONLINE – Sebagian besar cuaca di Jawa Timur pada Rabu (15/5) hari ini cerah berawan. Jadi  bagi kamu yang hendak bekerja di luar ruangan, pakailah  cream pelindung matahari. Sebab, ada beberapa wilayah di Jatim dengan suhu udara maksimal 34 derajat celcius, seperti Surabaya dan Pasuruan.

Meski begitu, ada beberapa wilayah di Jawa Timur yang diprakirakan masih mengalami hujan lokal. Diketahui, wilayah Jawa Timur saat ini masuk kategori parsial musim kemarau. Sebagian Jawa Timur sudah masuk awal musim kemarau dan sebagian masih peralihan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebut beberapa wilayah Jatim yang diprakirakan mengalami hujan lokal pada Rabu (15/5) adalah sebagai berikut.

Baca Juga  Pengendara Motor Listrik Tak Diizinkan Isi Daya, Ini Kata PLN UP3 Malang

● Jombang prakiraan hujan pada sore hari

● Magetan prakiraan hujan pada siang hari

● Batu prakiraan hujan pada siang hingga sore hari

● Bondowoso prakiraan hujan pada siang hari

Demikian wilayah di Jawa Timur yang pada Rabu, 15 Mei 2024 berpeluang mengalami hujan ringan. Jangan lupa bawa payung ya guys untuk wilayah-wilayah yang berpotensi hujan.

Untuk diketahui, saat ini wilayah di Jawa Timur sedang dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfir. Di antaranya, ENSO (El Nifio—Southern Oscillation) terjadi karena anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur berada pada nilai anomali positif dengan nilai indeks update terakhir (+0.45). Hal ini menunjukkan bahwa El Nino mulai berubah menjadi netral.

Baca Juga  BMKG: Gempa M 6,5 Lebih Dekat ke Bawean, Bukan Tuban 

Sementara itu, IOD (The Indian Ocean Dipole) yakni anomali suhu muka laut di Samudera Hindia bagian barat didominasi nilai anomali positif dengan nilai indeks terakhir (+0.22). Sehingga suplai uap air dari wilayah Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat tidak signifikan. Artinya, aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat tidak signifikan.

Sedangkan anomali suhu muka laut secara umum menunjukkan nilai (-2.0°C s/d +2.0°) di sekitar perairan Jawa Timur. Hal ini membuat suhu muka laut di Selat Madura lebih hangat dibandingkan lainnya. Sehingga berpengaruh terhadap aktivitas penambahan massa uap air di atmosfer Jatim yang cukup signifikan. (bin/hel)