INDONESIAONLINE – Jumat terakhir di bulan Rajab tahun ini jatuh pada 28 Rajab 1445 H, atau bertepatan pada hari ini, 9 Februari 2024. Pada hari ini, ada satu amalan istimewa yang diyakini akan mengalirkan rezeki yang terus mengalir sepanjang tahun. Pasalnya, faedah amalannya dapat terhindar dari kemiskinan.

Amalan ini bukan berasal dari hadis shahih, namun diijazahkan oleh kalangan ulama dan habaib. Sulthanul Ulama dari Yaman, al-Mukarram al-Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri misalnya pernah mengijazahkan amalan tersebut untuk dibaca pada Jumat terakhir bulan Rajab. Berikut ini amalan Jumat terakhir di bulan Rajab:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh

Artinya, “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”

Lantas bagaimana cara mengamalkannya? Yakni dibaca sebanyak 35 kali, saat khatib berada di mimbar menyampaikan khutbah yang kedua. Demikian dijelaskan oleh Syaikh Hamid bin Muhammad Ali Quds dalam kitab Kanzun Najah was Surur yang menjelaskan bahwa Syaikh Ali al-Ajhuri menerangkan berikut ini:

Baca Juga  Kisah Sophia Binti Abdul Muthalib Bibi Nabi Muhammad yang Menyamar Menjadi Pria semi Selamatkan Umat Islam

أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَالْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِأَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ (خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً) لَا تَنْقَطِعُ الدَّرَاهِمُ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ السَّنَةَ

Artinya, “Sesungguhnya barang siapa di akhir Jumat bulan Rajab, saat khatib berada di mimbar membaca; ‘Ahmadu Rasulullohi muhammadur rosulullohi’ (sebanyak 35 kali), maka dirham tidak akan putus dari tangannya pada tahun tersebut (selama setahun akan selalu memegang uang).”

Kemudian muncul pertanyaan bagaimana mengamalkan bacaan tersebut, jika saat khatib di mimbar, jemaah dilarang berbicara.

Dalam kitab yang sama, yakni Kanzun Najah was Surur dijelaskan bahwa amalan tersebut bisa dibaca di dalam hati, atau dibaca ketika khatib duduk di mimbar sebelum khutbah, atau ketika doa untuk para sahabat:

السؤال كيف يقرأ والخطيب على المنبر وهو فى نفس الوقت مأمور بالانصات الجواب أنه ليس من شروط القراءة التلفظ بل استحضارها بالقلب يكفي او يقرأ حال الجلوس على المنبر قبل الخطبة او يقرأ حال الدعاء او الترضي من الصحابة لان المراد بالانصات حال الخطبة هو الانصات حال استماع اركان الخطبة لاغير.اه‍

Baca Juga  Kisah Ustaz Kaya Tolak Bantu Cucu Rasulullah dan Yahudi yang Masuk Islam

Artinya, “Bagaimana kita membacanya? Sedangkan khatib di atas mimbar, dan di waktu itu kita diperintahkan untuk diam mendengar khutbah? Jawabannya, tidak disyaratkan untuk membacanya dengan mulut akan tetapi di dalam hati saja sudah cukup, atau dibaca ketika khatib duduk di mimbar sebelum khutbah, atau ketika doa untuk para sahabat, karena yang dimaksud untuk diam di dalam khutbah (inshatu) adalah diam mendengarkan rukun khutbah, bukan yang lainnya.”

Demikian amalan Jumat terakhir di bulan Rajab. Selain amalan tersebut, umat islam juga dianjurkan untuk banyak membaca istighfar dan amalan saleh lainnya. Sehingga diharapkan akan mendapatkan berkah bulan Rajab. (bin/hel)