Siraman Gong Kyai Pradah Hadirkan Energi Positif, Wakil Ketua DPR RI Puji dan Apresiasi  Pemkab Blitar

INDONESIAONLINE-Ribuan masyarakat dari dalam dan luar Blitar hadir menyaksikan prosesi jamasan Gong Kyai Pradah di Alun-alun eks Kawedanan Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Minggu (9/10/2022). Jamasan Gong Kyai Pradah adalah ritual budaya di Blitar yang rutin dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan Maulid Nabi Muhamamd SAW.

Jamasan Gong Kyai Pradah tahun ini adalah pertama kalinya digelar secara terbuka pasca hantaman pandemi Covid-19. Sebelumnya, selama dua tahun terakhir ritual budaya ini digelar secara tertutup untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jamasan Gong Kyai Pradah tahun ini benar-benar berlangsung gebyar dan meriah, Pemkab Blitar bersama Kantor Camat Sutojayan dalam kesempatan ini juga menggelar Bazar UMKM di Alun-alun Lodoyo.

Selain ribuan masyarakat yang datang menyaksikan, jamasan Gong Kyai Pradah edisi kali ini juga dihadiri tamu istimewa. Ya, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar datang bersama-sama dengan Anggota DPR RI Anggia Erma Rini. Kedatangan dua tokoh nasional ini merupakan bukti pemerintah memberikan perhatian terhadap pembangunan kebudayaan.

Seperti yang sudah menjadi tradisi, jamasan Gong Kyai Pradah edisi kali ini dihadiri oleh Bupati Blitar Rini Syarifah, Wabup Rahmat Santoso, Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Blitar. Hadir pula jajaran Forkopimda, budayawan, seniman dan tamu undangan lainya.

“Alhamdulilah setelah dua tahun kita gelar secara tertutup akibat pandemi, hari ini siraman Gong Kyai Pradah kita laksanakan secara terbuka dan berjalan lancar tanpa kendala. Dan siraman Gong Kyai Pradah bisa disaksikan oleh masyarakat secara luas,” kata Bupati Blitar Rini Syarifah.

Mak Rini menambahkan, jamasan Gong Kyai Pradah yang digelar kali ini turut dibarengi dengan Bazar UMKM. Kebijakan ini diambil dalam rangka mendorong geliat ekonomi masyarakat.

“Seperti yang kita lihat, hari ini juga ada bazar UMKM. Ini merupakan upaya kita untuk mendorong geliat ekonomi rakyat. Di bazar UMKM ini ada banyak produk-produk lokal yang ditampilkan, harapan kami produk UMKM lokal kita bisa semakin dikenal, di siraman Gong Kyai Pradah ini ada ribuan orang yang hadir,” imbuh orang nomor satu di Kabupaten Blitar.

Prosesi jamasan Gong Kyai Pradah dilaksanakan sesuai dengan tradisi turun temurun. Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso menjelaskan, sebelum prosesi siraman terlebih dahulu dilaksanakan serangkaian kegiatan secara bertahap diantanranya  tirakatan, melekan dan slametan.

“Serangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap. Ini sebagai wujud doa kita semuanya untuk kebaikan semuanya. Nah, siraman ini adalah puncaknya, bendil Kyai Becak nama aslinya, sekarang kita kenal dengan Gong Kyai Pradah, dikeluarkan dari sanggar untuk disucikan atau dibersihkan, dirawat, istilah kita itu kan benda kuno ya, jadi perlu dirawat, kalau secara simbol itu adalah penyucian jiwa dan raga kita, disucikan supaya semua bersih dan kedepan kita akan memasuki kehidupan dan suasana yang lebih baik,” terangnya.

Antusiasme masyarakat menyaksikan jamasan Gong Kyai Pradah benar-benar tinggi. Masyarakat datang dan menyaksikan ritual budaya kali ini dengan tertib. Menurut Hendro, hal ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat Blitar untuk nguri-nguri budaya masih sangatlah kuat.

“Ini merupakan modal kuat bagi Kabupaten Blitar, bahwa ada semangat menjaga aset budaya di Kabupaten Blitar. Kerukunan tetap tetap terjaga meskipun ada ribuan orang yang hadir, ada energi bahagia, meskipun teriak-teriak tapi itu adalah ekspresi kebahagiaan. Dan saya kira ini adalah hal yang patut kita syukuri bersama,” tukasnya.

Hadirnya ribuan masyarakat di jamasan Gong Kyai Pradah ini benar-benar menghadirkan energi positif untuk Kabupaten  Blitar. Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar dalam kesempatan ini memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blitar yang berhasil mengajak masyarakatnya merawat dan nguri-uri budaya.

“Apresiasi saya sampaikan kepada Ibu Bupati Blitar dan Pak Wabup. Semoga suksesnya siraman Gong Kyai Pradah ini membawa Blitar makmur dan masyarakatnya sejahtera,” kata Muhaimin.

Muhaimin menambahkan, jamasan Gong Kyai Pradah adalah agenda kebudayaan yang sudah berlangsung sangat lama dan terus diuri-uri secara turun temurun. Dirinya berharap dan mendorong kedepan jamasan Gong Kyai Pradah ini bisa menjadi agenda wisata nasional yang outputnya adalah kemajuan sektor wisata dan UMKM di Kabupaten Blitar.

“Oleh sebab itu saya mengundang seluruh masyarakat Indonesia, ayo tahun depan kita datang menyaksikah upacara adat siraman Gong Kyai Pradah di Kabupaten Blitar,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Gong Kyai Pradah adalah salah satu kisah legendaris yang hingga kini masih sering diperbincangkan masyarakat Blitar. Konon air dari siraman gong ini dipercaya membawa keberuntungan, tolak bala dan menyembuhkan penyakit. Siraman Gong Kyai Pradah dilakukan setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan selalu dipadati ribuan orang yang ingin ngalap berkah.

Berdasarkan cerita turun temurun, Gong Kyai Pradah adalah pusaka yang dibawa Pangeran Prabu dari Karaton Mataram. Dikisahkan kala itu Pangeran Prabu berkonflik dengan Pangeran Puger (Sri Susuhunan Pakubuwono I) yang merupakan saudaranya. Pangeran Prabu kemudian menyingkir ke Jawa Timur dan menetap di Lodoyo Kabupaten Blitar. Di tempat baru ini Pangeran Prabu bertapa hutan belantara dan kemudian menyebarkan syiar Agama Islam.

Dalam perjalananya ke Jawa Timur, Pangeran Prabu membawa pusaka Kyai Bicak. Konon pusaka berwujud gong tersebut  diyakini sebagai pusaka milik Panembahan Senopati Raja Pertama Mataram Islam. Konon, pusaka itu berasal dari Ki Ageng Selo, tokoh sakti penangkap petir berdarah keturunan Majapahit.

Dalam catatan HJ De Graaf dalam buku “Awal Kebangkitan Mataram, Masa Pemerintahan Senapati” dituliskan bahwa dengan Kyai Bicak, Panembahan Senopati berhasil mengusir pasukan Kerajaan Pajang yang dipimpin Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) menyerang Karaton Mataram yang dipimpin Panembahan Senopati.

Dalam perkembanganya, pusaka Kiai Bicak lantas jatuh ke tangan Pangeran Prabu, saudara tiri Sri Susuhunan Pakubuwono I. Saat Sri Susuhunan Pakubuwono I dinobatkan sebagai raja, Pangeran Prabu ternyata sakit hati dan berniat membunuh Sri Susuhunan Pabubuwono I. Usahanya kemudian ketahuan dan Pangeran Prabu dibuang ke hutan Lodoyo yang saat ini menjadi Kecamatan Sutojayan. Ketika itu hutan Lodoyo dikenal sangat angker dan banyak dihuni binatang buas.

Menyadari kesalahanya, Pangeran Prabu berangkat ke hutan Lodoyo di Jawa Timur bersama istrinya Putri Wandansari dan abdi setianya Ki Amat Tariman. Mereka juga membawa serta pusaka Kyai Bicak, yang akan digunakan sebagai tumbal penolak bala di hutan Lodoyo.

“Selain pusaka Kyai Bicak, Pangeran Prabu juga membawa wayang krucil. Pusaka Kyai Bicak itu yang sekarang kita kenal dengan Gong Kyai Pradah,” jelas Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso.

Saat ini pusaka Gong Kyai Pradah masih diyakini bertuah. Seperti pesan Pangeran Prabu sebelum bertapa tentang air bekas jamasan yang disebut mampu menyembuhkan orang sakit dan dapat digunakan sebagai sarana ketenteraman hidup, maka ritual jamasan yang digelar di Alun-alun Lodoyo hingga hari ini selalu ramai dihadiri ribuan orang.

Dan yang lebih membanggakan lagi,  tradisi lokal jamasan Gong Kyai Pradah ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak tahun 2017 lalu.

Penetapan ini didasarkan pada proposal yang diajukan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar dan Pemprov Jatim pada pemerintah pusat di tahun 2016 silam. Setelah melalui berbagai kajian, akhirnya Kemendikbud pun menyetujui usulan ini.(Adv/Kmf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Sinopsis Ikatan Cinta RCTI 1 Juli 2022, Andin Sedih karena Merasa Reyna Menjahuinya hingga Jatuh Pingsan

AYOJAKARTA.COM – Sinetron Ikatan cinta masih menjadi tontonan favorit bagi pemirsa di…

Sinopsis Ikatan Cinta RCTI 12 Agustus 2022, Kira-Kira Sal Bukan Ya Orang yang Dibutuhkan Andin Jadi Sosok Pelindungnya

INDONESIAONLINE – Akhirnya setelah beberapa hari di rumah sakit, Andin bisa kembali…