INDONESIAONLINE – Dinas Pariwisata Kota Batu mematok target kunjungan 5 juta wisatawan pada tahun 2022. Rupanya target itu bisa diwujudkan, melihat hingga akhir bulan Juli tingkat kunjungan sudah melebihi setengahnya.

Dari data Dinas Pariwisata Kota Batu hingga akhir Juli tingkat kunjungan ke Kota Batu tembus 3,6 juta wisatawan. Dengan demikian untuk mencapai target hingga akhir tahun mendatang, Pemkot Batu perlu mendatangkan 1,4 juta wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan, kunjungan paling signifikan terjadi pasca libur lebaran. Pada saat itu jumlahnya sudah mencapai 2,6 juta wisatawan.

Kemudian peningkatan terus terjadi hingga libur sekolah. “Berlanjut mencapai 3,6 wisatawan saat libur sekolah,” ucap Arief, Selasa (9/8/2022). Pihaknya optimis mencapai target tahun ini terlebih tren kasus aktif Covid-19 di Kota Batu terus turun.

Baca Juga  Kunjungan Turis Tembus Satu Juta, Pilihan Wisata Terbanyak ke Jatim

Arief pun optimistis pariwisata Kota Batu akan bangkit pada tahun 2022. Keyakinan itu didasarkan atas meningkatnya kunjungan. Bahkan Arief yakin tingkat kunjungan akan melampaui target yang ditetapkan 5 juta kunjungan wisatawan pada tahun ini.

“Kita juga mencatat ada tren baru di masyarakat untuk berwisata alam dan budaya, meskipun di Kota Batu ada tujuan wisata buatan seperti di JTP Group,” tambah Arief.

Menurut Arief, wisata alam dan budaya memiliki daya tarik tersendiri karena wisatawan ingin menikmati sesuatu yang berbeda. Meskipun wisata alam dan budaya masih belum semasif wisata buatan.

Dengan adanya tren itu, Dinas Pariwisata Kota Batu akan memfokuskan mengembangkan sektor alam dan budaya supaya maksimal. Salah satunya seperti di desa wisata.

Baca Juga  Serunya Berburu Ikan Cupang di Kampung Keren Harmoni Betta

“Inovasi yang dilakukan juga supaya membuat wisatawan senang datang dan kembali ke sana,” terang Arief yang juga mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.

Terlebih Dinas Pariwisata Kota Batu bersinergi dengan pelaku wisata untuk untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yakni berlibur yang aman dan nyaman. Dengan hal ini membuat kepercayaan wisatawan kembali.

Pelayanan yang sampai saat ini diberikan mulai standar SOP prokes. “Sampai semua SDM pariwisata sudah mengikuti vaksin booster, kemudian fasilitas penunjang prokes juga selalu kami kontrol dengan baik,” tutup Arief.

Sedang sepanjang tahun 2021 lalu tingkat kunjungannya hanya 3,4 juta wisatawan.