Israel Gempur RS Indonesia di Gaza, Korban Berjatuhan

INDONESIAONLINE – Tentara Israel terus melakukan serangan ke rumah sakit di Gaza. Tak terkecuali Rumah Sakit Indonesia. Kamis (9/11/2023) lingkungan RS Indonesia digempur 11 rudal Israel. Korban pun kembali berjatuhan.

Tak berhenti di situ, tentara Israel kembali melakukan serangan pada Minggu (19/11/2023). Kali ini Israel mengerahkan tank tempurnya dan menyerang lantai dua RS Indonesia di Gaza.

Informasi tersebut dibenarkan Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Sarbini Abdul Murad, Senin (20/11/2023).

Sarbini mengatakan, serangan tersebut terjadi pada Minggu (19/11/2023) malam. Dia juga mengatakan, serangan tentara Israel menggunakan tank tersebut mengenai lantai 2 Gedung RS Indonesia.

“Yang diserang lantai dua. Diserang dengan tank, banyak korban,” ucapnya.

Dia menyebut, ada delapan orang yang tewas akibat peristiwa itu. Sedangkan korban luka jauh lebih banyak. “Yang luka-luka banyak belum bisa terkonfirmasi karena panik belum bisa terhitung,” lanjutnya.

Tak hanya RS Indonesia yang diserang Israel, walaupun Presiden USA Joe Bidden sudah mengeluarkan larangan ke sekutu dekatnya untuk tidak menyerang fasilitas kesehatan.

Sebelumnya, RS Al Shifa di Gaza dibombardir dan mengakibatkan ratusan orang dievakuasi. Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas menyampaikan, 5.000 anak-anak dan 3.300 perempuan termasuk di antara korban tewas tersebut. Sementara itu, dikatakan ada 30.000 orang lainnya yang terluka akibat perang Israel-Hamas di Gaza.

RS Indonesia di Gaza Berhenti Beroperasi

RS Indonesia di Gaza utara berhenti beroperasi akibat kekurangan pasokan peralatan medis serta banyaknya pasien di tengah serangan Israel di wilayah tersebut.

Hal itu ditekankan oleh Direktur RS, Atef al-Kahlout, kepada Al Jazeera pada Kamis (16/11/2023).

“Kami tidak dapat menawarkan layanan lebih lanjut. Kami tidak dapat menawarkan tempat tidur kepada pasien,” ucapnya.

Rumah sakit yang terletak di Beit Lahia, Gaza utara itu memiliki kapasitas 140 pasien. Namun, al-Kahlout menyampaikan, rumah sakitnya telah dipenuhi oleh sekitar 500 pasien.

Rekaman video dari rumah sakit menunjukkan warga Palestina yang terluka berbaris di lorong-lorong fasilitas tersebut dan berbaring di tengah genangan darah.

Para petugas kesehatan di rumah sakit tersebut mengatakan bahwa mereka kekurangan pasokan peralatan medis.