INDONESIAONLINE – Israel kembali serang Gaza. Kali ini sasarannya sebuah rumah penampungan di daerah Al-Mawasi di pantai Gaza.

Dokter Lintas Batas atau MSF mengecam keras serangan Israel tersebut. Pasalnya, serangan itu menewaskan 2 orang.

Dilansir AFP, Kamis (22/2/2024), insiden itu terjadi Selasa (20/2) malam waktu setempat. Salah satu tank Israel menembaki sebuah rumah yang merupakan tempat penampungan.

“Serangan itu menewaskan menantu perempuan dan istri salah satu rekan kami, dan melukai enam orang, termasuk lima wanita dan anak-anak,” kata MSF dalam sebuah pernyataan.

Tembakan demi tembakan dilepaskan ke gedung yang secara jelas ditandai dengan logo MSF. Padahal, terdapat 64 orang yang berlindung di dalamnya pada saat itu.

Baca Juga  Ini Tanggapan Danone soal Boikot Brand Pro-Israel oleh MUI

“Kami marah dan sangat sedih atas pembunuhan ini,” kata Direktur Jenderal MSF Meinie Nicolai, yang saat ini mengoordinasikan kegiatan medis badan amal tersebut di Jalur Gaza yang dilanda perang.

“Pembunuhan ini menggarisbawahi kenyataan suram bahwa tidak ada tempat di Gaza yang aman, bahwa janji-janji mengenai wilayah aman adalah sia-sia dan mekanisme dekonflik tidak dapat diandalkan,” lanjut dia.

Meinie Nicolai mengatakan pasukan Israel telah diinformasikan dengan jelas mengenai lokasi tepatnya tempat penampungan MSF di Al-Mawasi.

“Ini menunjukkan, sekali lagi, bahwa pasukan Israel tidak menjamin keselamatan warga sipil dalam operasi militer mereka dan menunjukkan pengabaian terhadap nyawa manusia dan kurangnya rasa hormat terhadap misi medis,” imbuhnya.

Baca Juga  Hamas v Israel Kian Bergejolak AS Siap Balas jika Tentaranya Diserang

Sedangkan tentara Israel saat dihubungi oleh AFP mengenai insiden tersebut, mengatakan pasukannya telah menembaki sebuah bangunan yang diidentifikasi sebagai bangunan tempat aktivitas teror terjadi.

“Setelah kejadian tersebut, laporan diterima mengenai kematian dua warga sipil yang tidak terlibat di wilayah tersebut,” katanya.

“Kami menyesali segala kerugian yang dialami warga sipil dan melakukan segala daya untuk beroperasi dengan tepat dan akurat di medan tempur,” sambung dia. (mut/hel)