INDONESIAONLINE – Pemerintah Israel menyatakan telah resmi menjadi bagian dari “Board of Peace” atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berada di Washington, Rabu (11/2) waktu setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu bertemu dengan Trump serta Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Foto yang dirilis usai pertemuan memperlihatkan Netanyahu dan Rubio memegang dokumen yang telah ditandatangani, menandai keikutsertaan Israel dalam Dewan Perdamaian.
Netanyahu menyebut dirinya telah meneken dokumen resmi untuk membawa Israel bergabung sebagai anggota.
Dewan Perdamaian itu dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada pertengahan November tahun lalu. Resolusi tersebut memberikan mandat kepada dewan dan negara-negara mitra untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza, menyusul dimulainya gencatan senjata pada Oktober di bawah skema yang diusulkan Trump dan disetujui Israel serta Hamas.
Dalam kerangka rencana tersebut, Dewan Perdamaian bertugas mengawasi pemerintahan sementara di Gaza. Trump juga menyatakan cakupan dewan akan diperluas guna menangani berbagai konflik global, dengan dirinya bertindak sebagai ketua.
Pertemuan perdana Dewan Perdamaian dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Washington. Agenda utamanya, membahas upaya rekonstruksi Gaza.
Namun, pembentukan Dewan Perdamaian ini menuai kritik dari sejumlah kalangan. Sejumlah pakar hak asasi manusia menilai struktur pengawasan yang dipimpin AS atas wilayah asing berpotensi menyerupai model kolonial. Keikutsertaan Israel juga diperkirakan memicu polemik lanjutan karena tidak melibatkan perwakilan Palestina dalam struktur dewan.
Respons negara-negara terhadap inisiatif tersebut terbilang berhati-hati. Beberapa sekutu Washington di kawasan Timur Tengah telah menyatakan bergabung, sementara sejumlah mitra lama di Barat memilih untuk tidak terlibat. Ada pula kekhawatiran bahwa keberadaan dewan ini dapat melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, situasi di Gaza masih rapuh. Gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober dilaporkan beberapa kali dilanggar. Otoritas Palestina dan Israel mencatat sedikitnya 580 warga Palestina dan empat tentara Israel tewas sejak kesepakatan penghentian tembakan diberlakukan. (hsa/hl)













