JATIMTIMES – Pasca Presiden Joko Widodo menganggap pengelolaan perhutanan sosial di Desa Burno, Kecamatan Senduro sukses, Lumajang tampaknya segera kedatangan banyak tamu. Kabupaten Lumajang mendapat apresiasi tentang konsep kehutanan sosial yang menjadi projek nasional.

Karena keberhasilan ini Presiden Republik Indonesia menyarankan, agar daerah yang ingin melakukan pengelolaan perhutanan sosial bisa melakukan studi banding ke Lumajang. Karena perhutnan sosial di di bumi Aryawiraraja ini dinilai berhasil mengangkat ekonomi masyarakat sekitar hutan. 

“Jadi kemarin saya dari kantor Gubernur Jawa Timur mendapatkan apresiasi terkait konsep perhutanan sosial. Alhamdulillah Lumajang jadi pilot project secara nasional,” ujar Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, Sabtu (5/2)

Cak Thoriq juga menyampaikan, kalau Kabupaten Lumajang langsung mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo. Beliau bilang agar daerah lain bisa terkonsep seperti Kabupaten Lumajang yang daerah perhutanan soialnya terkelola secara  integritas. 

Baca Juga  Menko Airlangga Hartarto Sebut Pertahanan Ekonomi Nasional Ada di Pertumbuhan UMKM

“Seperti Kecamatan Senduro yang memiliki beberapa program andalan yang bisa dijadikan refrensi sebagai kehutanan sosial,” kata Cak Thoriq. 

Pertama program agrosilvopastura. Melalui program ini petani diizinkan melakukan budidaya tanaman secara tumpang sari. Secara ekologi keasrian hutan tetap terjaga, namun masyarakat bisa mendapat keuntungan ekonomi.

Kedua, program agro industri. Program ini lebih memberdayakan agar masyarakat agar lebih kreatif mengolah hasil pertanian dan peternakan agar menjadi produk bernilai jual tinggi. Salah satu contohnya, membuat keripik dari bahan baku pisang dan talas yang banyak terdapat di Kecamatan Senduro.

Tidak hanya itu saja,  masyarakat Senduro juga memproduksi susu sapi yang menjadi andalan mereka. Hasilnyapun tidak tanggung-tanggung, perahan susu sapi ini menjadi supplier terbesar pabrik susu asal Swiss hingga sekarang. 

Baca Juga  DIY menjadi Provinsi Termiskin di Pulau Jawa

“Selain memiliki hutan yang terintegritas kami juga punya Desa Burno yang perputaran uangnya sebulan bisa mencapai Rp 6 miliar. Kemitraan itu melalui koperasi yang itu semua berbasis masyarakat,” paparnya. 

Tidak hanya soal pemanfaatan lahan hutan sebagai ladang mata pencaharian masyarakat, ada juga wisata yang di kemas layaknya back to nature. Seperti Siti Sundari, Ranu Pani, Agrosari, dan Glagaharum. Jadi tidak heran apa bila banyak kunjungan dari warga lokal yang berkunjung kawasan ini. 

Bahkan ada rencana Presiden Joko Widodo akan berkunung ke Senduro untuk melihat suksesnya perhutanan sosial di Kabupaten Lumajang.

“Untuk jadwalnya masih belum tahu. Saya sama Ibu Gubernur masih fokus recovery bencana Semeru,” kata Cak Thoriq.



Asmadi Lumajang