Kasus Covid-19 Terus Naik, Lampu Hias Kayutangan Heritage Dimatikan sementara

JATIMTIMES – Keinginan masyarakat Kota Malang menikmati keindahan suasana malam hari di Kayutangan Heritage harus tertunda sejenak. Pasalnya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mengambil langkah pengetatan di sekitar area publik. Selain menutup akses kawasan tersebut pada malam hari, lampu hias juga mulai dimatikan. Kebijakan itu diambil menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19 di Kota Malang.

Sebagaimana diketahui, sejak hadirnya lampu hias di sepanjang koridor Kayutangan Heritage, area ini seakan tak pernah sepi pengunjung. Namun, guna menekan angka kasus Covid-19 langkah ini maka harus diambil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, keputusan tersebut diambil sesuai arahan dari Wali Kota Malang Sutiaji dan hasil koordinasi pihak terkait penanganan Covid-19 di Kota Malang. Namun, dikatakannya untuk lampu penerangan jalan umum (PJU) nya tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

“Jadi sudah sejak Minggu (6/2/2022) sore kemarin mulai pukul 18.00 kami matikan lampu dekorasinya sementara.  Lampu dekorasi saja ya, kalau untuk penerangan PJU tetap menyala,” ujarnya, Senin (7/2/2022).

Sebelumnya, Polresta Malang Kota juga telah bergerak memulai pengetatan. Di mana, sejak 31 Januari 2022 upaya pembatasan mobilitas pada jam tertentu di Jalan Basuki Rahmat dan sejumlah koridor lainnya dilakikan.

Tujuannya untuk menekan pergerakan massa yang masih tinggi. Yang mana, hal ini ditengarai menjadi salah satu faktor kembali meningkatnya kasus Covid-19.

Tak hanya itu, tim gabungan Pemkot Malang bersama TNI/Polri juga melaksanakan operasi penertiban protokol kesehatan (prokes) dan swab antigen acak termasuk di wilayah Kayutangan Heritage.

Sayangnya, cara ini masih dinilai kurang optimal dalam menekan kerumunan massa di kawasan tersebut. Sehingga kebijakan mematikan lampu hias di kawasan Kayutangan Heritage ini pun diputuskan untuk dilakukan. “Langkah ini merupakan satu kesatuan upaya kita bersama mendukung pengendalian kasus Covid-19 di Kota Malang yang naik lagi beberapa waktu terakhir ini,” tandas Wahyu.

Sebagai informasi, hingga kemarin (Minggu, 6/2/2022) tercatat ada penambahan kasus Covid-19 sebanyak 220 dalam sehari. Dengan tambahan tersebut, kasus aktif di Kota Malang saat ini totalnya sebanyak 125 orang.

Dari jumlah tambahan kasus tersebut, mayoritas kasus berstatus tanpa gejala (asimtomatik). Namun Pemkot Malang tetap waspada dan meminta seluruh masyarakat bisa bekerja sama dalam meningkatkan protokol kesehatan (prokes).

Kabar baiknya, kenaikan kasus masih terus dibarengi dengan angka kesembuhan Covid-19 yang juga bertambah 94 orang. Kini recovery rate di Kota Malang di angka 89 persen.



Arifina Cahyati Firdausi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *