INDONESIAONLINE – Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meminta agar penataan Kawasan Kayutangan Heritage tetap bisa menjadi perhatian bagi seluruh perangkat daerah dan juga stakeholder terkait.

Pasalnya, penataan yang dilakukan pada Kawasan Kayutangan Heritage ini ternyata terbukti mampu mengundang wisatawan. Namun, di sisi lain ada sejumlah dampak yang harus dirasakan. Salah satunya adalah macet.

“Mendesak lagi terkait Kayutangan Heritage mungkin dari arah Surabaya (utara) kami belokan ke Jalan Semeru sampai dengan semeru ke Jalan Ijen itu selalu ada kemacetan,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, dalam hal ini memang ada keterbatasan dari segi infrastruktur, seperti ketersediaan ruas jalan yang belum mampu menampung luapan arus lalu-lintas.

Baca Juga  DPUPRPKP: Ada 1.845 Masuk Program Rumah Tak Layak Huni di Kota Malang

Untuk itu dalam hal ini, dirinya akan meminta kepada jajaran perangkat daerah terkaitnya untuk merumuskan solusi. Termasuk dengan melibatkan forum penataan ruang dan forum lalu-lintas.

“Ini harus ada solusi. Nanti saya minta ke forum penataan ruang dan forum lalu lintas untuk merumuskannya. Karena bisa jadi solusi jangkah menengahnya dengan fokus pada penataan ruang saja,” terang Wahyu.

Sementara saat ini, dirinya tak memungkiri bahwa upaya yang dilakukan Pemkot Malang ternyata juga tak cukup efektif. Seperti dengan melengkapi rambu-rambu larangan parkir.

Namun sayangnya, hal itu memang tak banyak berdampak. Arus lalu-lintas di kawasan Kayutangan Heritage memang kerap terhambat aktivitas parkir di tepi jalan.

Baca Juga  Penanganan Banjir Jadi Usulan Prioritas dalam Musrenbang Kecamatan Lowokwaru

“Sebenarnya sudah ada pemasangan rambu larangan parkir ya, tapi ternyata tak cukup efektif,” imbuh Wahyu.

Di sisi lain, secara keseluruhan menurut Wahyu perlu ada upaya untuk memecah konsentrasi berkumpulnya masyarakat. Tujuannya agar aktivitas wisatawan, tidak hanya bertumpu pada satu titik, seperti di Kayutangan Heritage.(ris/yak)