Edy Mulyadi (Foto: IST)

INDONESIAONLINE – Aktivis Edy Mulyadi yang kini telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Bareskrim Polri masih menjadi perhatian. Kali ini ‘kelompok’ Edy Mulyadi yang diwakili oleh jubir Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sekaligus rekan Edy, Adhie M Massardi menebar ancaman serius.

Adhie mengatakan, kelompoknya akan bekerja lebih maksimal lagi untuk melawan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Indonesia meski rekan-rekan seperjuangan 1 persatu dijebloskan ke penjara termasuk Edy Mulyadi.

“Kami tetap bermain all out dng pemain yg tersisa lawan KKN dan kebijakan asal2an,” kata Adhie di akun Twitternya dikutip Jumat (4/2/2022).

Menurut Adhie, sebelum dijebloskan ke penjara Edy memang aktif melawan berbagai macam ketidakadilan di Indonesia. Semuanya, dilakukan demi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Tak Ada Toleransi Lagi, Komisi 1 DPRD Banyuwangi Minta Eksekutif Tindak Tegas Penyedia Jasa Layanan Rapid Test yang Salahi Aturan

“Yg diperjuangkan harkat martabat semua anak bangsa,” tegas Adhie. 

Adapun Edy dijebloskan ke penjara setelah menjadi tersangka kasus ujaran kebencian atas ucapannya yang menyebut Kalimantan adalah ‘tempat jin membuang anak.’ Pernyataan itu disampaikan Edy untuk mengkritisi proyek ambisius Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan.

“Bagi kami, Edy diKartuMerah dng subyektivitas wasit. Gak masalah,” tutur Adhie. 

Bersama pernyataan tersebut, Adhie juga mengunggah sebuah foto bareng Edy Mulyadi. Menurutnya foto itu bisa mengkonfirmasi, bahwa Edy merupakah tokoh lintas agama.

“Ini jelaskan bhw Edy Mulyadi tokoh lintas etnis & agana (agama),” tambah Adhie. 



Desi Kris

Baca Juga  Gempa Landa Madura Magnitude 5.5, Tidak Berpotensi Tsunami