Peristiwa

Klarifikasi Masalah Bea Cukai, Sri Mulyani Kena Semprot Netizen

7
×

Klarifikasi Masalah Bea Cukai, Sri Mulyani Kena Semprot Netizen

Sebarkan artikel ini

INDONESIAONLINE – Menteri Keuangan Sri Mulyani kena getah  masalah Bea Cukai yang belakangan ini banyak disorot warganet.

Kasus pertama adalah impor sepatu dengan nilai bea masuk sampai sebesar tiga kali lipat harga barang.

“Gue kan baru beli sepatu, harganya Rp10,3 juta, shipping Rp1,2 juta, total Rp11,5 juta. Kalian tahu bea masuknya berapa? Nih, Rp31,8 juta. Itu perhitungan dari mana?” keluh akun TikTok @radhikaalthaf yang diviralkan kembali oleh akun X @partaisocmed.

Belum usai kasus tersebut, kembali muncul kasus sekolah luar biasa (SLB) yang barang-barang penunjang akademiknya tertahan di Bea Cukai sejak tahun 2022. “SLB di Jakarta dapat bantuan alat bantu tunanetra dari Korea. Ketahan di Bea Cukai. Diminta bayar 100 jutaan karena ditaksir harga barangnya 300 jutaan. Diminta nunjukin dokumen pembelian, brosur, dll tapi ini barang hibah dan prototype. Akhirnya ketahan di Pabean dari 2022,” cuit akun X @intinyadeh merangkum.

Lalu setelah itu, kini muncul lagi kasus Bea Cukai yang menyeret Youtuber Medy Renaldy. Dia terpaksa terlambat mengulas mainan transformers terbaru dari Robosen karena barangnya tertahan di Bea Cukai. Setelah proses yang panjang, akhirnya mainan eksklusif itu sampai ke tangan Medy dengan sejumlah cacat.

“Halo, warga X. Terima kasih yang sudah meramaikan kemarin. Sedikit banyaknya, itu sangat membantu saya mendapatkan paket megatron saya. Tapi, isinya bikin saya lumayan sedih, kok bisa sampai penyok & sobek seperti ini?” keluh Medy tak sampai 24 jam setelah memviralkan keterlambatan paket akibat Bea Cukai di X, dikutip pada Minggu (28/4/2024).

Baca  Agus Subiyanto Resmi Jabat Panglima TNI Gantikan Yudo Margono

Dari banyaknya kasus viral tersebut dan banyaknya hujatan yang masuk ke Bea Cukai, Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya turun tangan. Lewat akun Instagram-nya @smindrawati, Sri Mulyani menjelaskan duduk perkara dari kejadian viral tersebut.

“Pengiriman sepatu dan pengiriman action figure (Robotic) – dua kasus ini mirip yaitu terdapat keluhan mengenai pengenaan bea masuk dan pajak. Dalam dua kasus ini ditemukan indikasi bahwa harga yang diberitahukan oleh perusahaan jasa titipan (PJT) lebih rendah dari yang sebenarnya (under invoicing),” terang Sri Mulyani.

“Oleh sebab itu, petugas BC mengoreksi untuk keperluan penghitungan bea masuk dan pajaknya. Namun masalah ini sudah selesai karena bea masuk dan pajaknya telah dilakukan pembayaran, sehingga barangnya pun sudah diterima oleh penerima barang,” sambungnya.

Sri Mulyani lalu ganti menyoroti kasus barang SLB yang tertahan sejak tahun 2022. Menurut dia, barang tertahan selama hampir 2 tahun karena dari pihak bersangkutan tidak melanjutkan proses pengurusan, sehingga ditetapkan sebagai barang tidak dikuasai (BTD).

“Belakangan (di medsos Twitter / X) baru diketahui barang kiriman tersebut merupakan barang hibah, sehingga BC akan membantu dengan mekanisme fasilitas pembebasan fiskal atas nama dinas pendidikan terkait,” tegas Sri Mulyani.

Baca  Kuliner Nasi Minyak di Surabaya Viral, Netizen Perdebatkan Risikonya 

Sri Mulyani mengaku telah memberikan arahan yang jelas kepada Bea Cukai, baik untuk memperbaiki layanan maupun mengedukasi masyarakat tentang regulasi yang berlaku. Sri Mulyani juga meminta supaya Bea Cukai bekerja sama dengan stakeholders terkait sehingga penanganan masalah dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Namun, klarifikasi dari Sri Mulyani ini tampaknya tidak mendapat respons yang baik dari warganet. Warganet justru melontarkan cibiran terhadap klarifikasi Sri Mulyani tersebut.

“Bu, mohon diinstruksi ke bawahan, jangan tunggu viral baru ditangani, gak semua stakeholder mau masalahnya di viralkan,” ujar @moto****.

“Arahan arahan..klo ga viral ga beres..mau sampe kapan? sadari bu, staff Bc dan djp anda kadang pongah dan merasa superlatif sehingga cenderung semena2 dalam hak subjektif nya. fakta faktual untuk klarifikasi kadang tdk mau dilihat,” komen @bernad***.

“Arahan2 doang tanpa perbaikan sistem buat apaan. Gak lama lagi akan ada kasus baru, masalah viral baru, tanpa pernah terselesaikan akar masalahnya,” kata @oki***.

Namun di balik komentar-komentar pedas itu, ada beberapa warganet yang memuji aksi Sri Mulyani itu.

“Mantaaap….Gercep ibunya,” ujar @dini****.

“Gercep Bu Menkeu ,, great salut,” sahut @tir****. (mut/hel)