INDONESIAONLINE – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang memperkuat kolaborasi strategis dengan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon. Kerja sama ini ditandai dengan seremoni penyambutan mahasiswa peserta program Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) pada Sabtu (17/1/2026).
Sebanyak 18 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok El-Mutamayyiz akan menjalani masa pengabdian di lingkungan pesantren pimpinan KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya itu. Dalam arahannya, pihak Al-Bahjah menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kode etik dan regulasi pesantren.
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah mengenai perbedaan sistem pendidikan. Berbeda dengan Kurikulum Merdeka pada umumnya, Al-Bahjah menerapkan Manhajiyah Al-Bahjah. Kurikulum ini berlandaskan nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jama’ah Al-Asy’ariyah sebagai fondasi utama pembinaan santri. Mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan metodologi pengajaran mereka dengan kultur dan sistem khas pesantren tersebut.
Dosen pembimbing lapangan (DPL) Ustad Hasyim Amrullah MA memberikan pesan mendalam bagi para mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa peran sebagai pengajar di pesantren tidak boleh melunturkan jiwa pembelajar.
”Mahasiswa harus tetap mengedepankan sikap tawadhu’ dan tidak merasa paling pintar. Di sini kalian mengajar sekaligus belajar menyerap nilai-nilai kehidupan,” ungkapnya.
Rangkaian acara juga mencakup penjelasan teknis terkait aktivitas belajar-mengajar yang akan dimulai secara efektif pada Senin mendatang. Terkaitpembagian tugas, Ketua Divisi Pendidikan Formal Putri, Ustadah Ririn, memaparkan pembagian guru pamong serta jadwal mengajar.Sedangkan Kepala Divisi Pendidikan Dasar dan Menengah Ustad Arif Hidayat menginformasikan bahwa kelompok asistensi mengajar akan ditempatkan di unit Al-Bahjah Buyut (Cabang 1).
Prosesi diakhiri dengan penyerahan mahasiswa secara simbolis kepada Yayasan LPD Al-Bahjah sebagai tanda dimulainya program secara legal.
Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan calon pendidik yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual tinggi, tetapi juga integritas spiritual yang kokoh. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustad Arif, memohon keberkahan agar program ini memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan Islam dan masyarakat luas. (hsa/hel)













