INDONESIAONLINE – Program Sport Tourism (Wisata Olahraga) benar-benar diaplikasikan oleh KONI Kota Malang. Ajang perdana Sport Tourism kali ini berbarengan dengan  Swim Series III di kompleks Stadion Gajayana, Kota Malang.

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Kota Malang Djoni Sudjatmoko sempat melakukan roadshow ke sejumlah perguruan tinggi di Malang Raya. Tak lain menjelaskan konsep 3S, yakni Sport Tourism, Sport Science, dan Sport Edu.

Hal itu disampaikan Djoni karena di Indonesia belum ada kota atau kabupaten yang berani mengambil tema olahraga untuk memajukan wilayahnya. Sehingga ia memiliki impian besar untuk membawa hal tersebut di Kota Malang.

“Sejauh ini belum ada kota di Indonesia yang berani mem-branding (wilayahnya) lebih sport,” ungkap Djoni.

Djoni mengatakaan beberapa helatan event olahraga di Kota Malang selalu mengundang animo tinggi dari masyarakat. Sehingga, kejuaraan bertaraf nasional bahkan internasional sudah sangat layak untuk dibawa ke Kota Malang.

Baca Juga  Yara Peraih Emas Tinju Porprov, Awalnya Berlatih Taekwondo dan Kick Boxing  

“Beberapa waktu lalu, helatan olahraga di Kota Malang selalu ramai. Seperti voli, karate, dan bulu tangkis. Itu contoh bahwa Kota Malang sudah siap,” ucap Djoni.

Animo masyarakat yang menyaksikan sport tourism pada cabor renang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Sementara itu, Ketua tim Sport Tourism KONI Kota Malang Joko Purwosusanto melalui Eko Susilo mengatakan bahwa Sport Tourism merupakan program KONI Kota Malang yang sudah diresmikan saat raker (rapat kerja)  Desember tahun lalu. Dan pihaknya saat ini menggelar event perdana untuk menyukseskan ajang Swim Series III dari cabor Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Malang.

“Kami yang ada di tim Sport Tourism menggelar entertainment yang dilaksanakan dengan penampilan 41 tari kreasi tradisional, dilanjut dengan acara fashion show yang bertema sporty. Kemudian juga ada DJ perform dan band,” beber Eko.

Baca Juga  Spanyol Juara UEFA Nations Leaque 2023, Kalahkan Kroasia di Final

Selain entertainment yang dikemas sporty, KONI Kota Malang juga membuka stand bagi UMKM.

Tujuan utama yakni mengenalkan para pelaku seni serta pelaku usaha dan untuk mengenalkan cabang olahraga di KONI Kota Malang. “Kedua tetap sesuai yang kami rakerkan, yakni melibatkan ekonomi kreatif, para UMKM dan desainer yang menyiapkan baju dari model, kemudian penyewaan baju tradisional yang biasanya kurang jadi bisa bergerak perekonomiannya,” jelas Eko.

Disinggung bagaimana kemasan Sport Tourism itu sendiri, Eko mengaku nantinya setiap event akan dikemas berbeda. Dalam hal ini menyesuaikan dengan cabor yang saat itu menggelar kejuaraan.

“Nanti akan dikemas berbeda sesuai cabang olahraga nya, seperti nanti ada di  kejuaraan catur. Itu tidak mungkin sama seperti kejuaraan renang. Miungkin temanya berbeda, tapi nuansa Sport Tourism-nya tetap jalan,” ujar Eko. (hs/hel)