INDONESIAONLINE – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang pada bulan Juli kemarin sempat kewalahan menginput data pernikahan kedalam aplikasi SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah). Hal ini karena website yang diluncurkan Kementerian Agama RI pada 8 November 2018 lalu itu ternyata tidak bisa merespon input data dari KUA ketika musim nikah yang terjadi di beberapa daerah.

Seperti yang disampaikan Kepala KUA Jatiroto Lumajang Drs. Hamim Thohari. Ia mengatakan harus mengubah jadwal input data di luar jam kerja. Karena saat jam kerja, kemungkinan server komputer di pusat sedang sibuk sehingga sering macet.

“Pernah kami input data sudah hampir selesai, tapi tiba-tiba Web SIMKAH tidak merespon dan merestart sendiri sehingga kami harus mengulang dari awal,” tuturnya. 

Baca Juga  Ingatkan Kematian, Bupati Pamekasan Lantik 7 Pejabat Baru di Area Pemakaman

Maklum, ketika Bulan Besar atau sekitar Hari Raya IduI Adha yang oleh masyarakat Jawa dinilai penuh berkah, adalah musim pernikahan. Dipastikan di bulan tersebut adalah sibuk-sibuknya pegawai KUA untuk melayani permintaan pencatatan pernikahan.

“Bulan Besar tahun 2022 bertepatan dengan bulan Juli. Nah bulan kemarin itu di KUA Jatiroto tercatat ada seratus pernikahan,” ujar Hamim Thohari.

Hamim Thohari memberi penjelasan bahwa sejak tahun 2015, pencatatan data buku nikah sudah dilakukan secara online dan terintegrasi dengan database di pusat. 

“Namun baru mulai tanggal 4 Oktober 2021 buku nikah tersebut dilengkapi barcode,” ungkapnya.

Barcode di buku nikah tersebut bisa untuk mengecek keaslian buku nikah itu sendiri. 

“QR Code dalam buku nikah berfungsi untuk memverifikasi keaslian buku nikah itu sendiri. Karena dalam barcode tersebut berisi kode data pengantin atau pemilik buku nikah itu,” ujarnya pada Selasa (02/08/22).

Baca Juga  Nomor Urut Paslon Capres-Cawapres Disetting, Ini Kata Bawaslu

Dengan buku nikah yang ada tanda barcode tersebut maka masyarakat jika bepergian tidak perlu lagi membawa fisik buku nikah. Ini tersambung ke seluruh Indonesia dan bisa diakses di manapun.

Namun untuk itu semua petugas KUA harus melakukan input data secara online ke database web Simkah Kementerian Agama RI. Pada musim nikah KUA se Indonesia melakukan input data bersamaan sehingga wajar jika server di pusat hangup.

“Untuk menyiasati itu, kami harus input data malam hari, petugas harus lembur,” tuturnya sambil senyum.