INDONESIAONLINE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melaunching Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Kamis (28/7/2022). Di-launchingnya BIAN ini bukan hanya dilakukan di wilayah Kabupaten Malang. Namun Menurut Plt Kelala Dinkes Kabupaten Malang, Mursyidah, ini merupakan instruksi dari Pemerintah Pusat. 

Mursyidah menjelaskan, selain itu juga ada beberapa hal yang mrlatarbelakangi launching BIAN secara serentak ini. Yakni ada catatan bahwa capaian imunisasi secara nasional terdapat penurunan. 

“Karena latar belakangnya ada penurunan capaian imunisasi secara nasional. Yang tadi saya sampaikan tueub, dari 102 emnjadi 92, apalagi dengan (pandemi) covid-19),” terang Mursyidah. 

Di sisi lain, dirinya menilai bahwa dengan hal tersebut dirinya berharap giat imunisasi bisa kembali semarak setelah sempat terkendala pandemi Covid-19 pada dua tahun terakhir. Sehingga masyarakat bisa dapat lebih tahu jika Bulan Agustus adalah bulan imunisasi. 

Baca Juga  Kota Kediri Berlari Jadi Event Nasional, Pesertanya dari Aceh hingga Kalimantan 

“Kalau anak-anak tidak diimunisasi, maka dampaknya akan ada penyakit yang yang seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi. Seperti campak, vertusis, difteri dan lain sebagainya. Kebetulan bulan agustus, bulan vitamin a, biasanya para ibu segera ke Posyandu segera mendapat vitamin A,” jelas Mursyidah. 

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Mursyidah.(Foto: Istimewa).

Selain itu, dalam bulan Agustus ini, juga ada bulan timbang. Dengan hal itu dirinya berharap bahwa par orang tua bisa membawa buah hatinya ke posyandu untuk ditimbang. Sebab hal tersebut juga diperlukan untuk pencatatan hasil penanganan stunting selama satu tahun. 

“Karena bulan kemarin banyak yang belum timbang. Waktu Covid-19 juga menurun. Ada yang timbang tapi belum memenuhi, bahkan tidak sampai 80 persen,” ujar Mursyidah.

Baca Juga  Lewat Gowes, Wali Kota Madiun Cek Usulan Musrenbang 2023

Sebab data yang masuk juga akan diunggah ke dalam sistem. Namun sayangnya, dari data yang sebelumnya ada, ternyata tidak semua masuk dan diunggah. Dari catatannya, data yang masuk ke dalam sistem hanyaj 17 persen. Sehingga tidak dapat dapat dijadikan acuan untuk penanganan stunting. 

“Sebenarnya sudah turun 8,2 persen, cuma karena itu tadi. Dengan bulan tinbang ini, kami harap masyarakat semua masyarakat datang, imunisasi dan timbang. Hak ananak bisa terlengkapi, agar kehidupannya dampaknya jadi lebih baik dan sehat. Dengan hanya atang ke posyandu. Gratus gak perlu bayar,” bebernya.