INDONESIAONLINE – Maraknya penipuan berkedok badal haji menjadi perhatian serius Kementerian Agama (Kemenag). Pada tahun 2023, Kemenag menerima 10 aduan terkait penipuan badal haji dengan total kerugian mencapai Rp 1,8 miliar.

Kemenag mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam memilih lembaga penyelenggara badal haji. Pastikan lembaga tersebut memiliki izin resmi dan kredibilitas yang baik.

“Jangan mudah tergiur dengan harga yang murah atau janji keberangkatan yang cepat. Pastikan Anda mendapatkan bukti tertulis sebelum mentransfer uang,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief.

Kemenag juga terus melakukan upaya untuk mencegah penipuan badal haji, di antaranya dengan memperketat regulasi dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga  Muhammadiyah Desak Kemenag Datangi Ponpes Al-Zaytun: Tindak Tegas bila Menyimpang

“Kita terus berupaya untuk melindungi masyarakat dari penipuan badal haji. Kita juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih lembaga penyelenggara badal haji,” ujar Hilman.

Biasanya modus penipuan badal haji yang sering dilakukan adalah:

  • Menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga resmi yang ditetapkan oleh Kemenag.
  • Menjanjikan keberangkatan haji yang cepat tanpa melalui proses antrean yang panjang.
  • Menggunakan nama dan logo lembaga resmi untuk meyakinkan korban.
  • Meminta uang muka yang besar dengan dalih untuk mengurus visa dan tiket pesawat.

Berikut beberapa tips agar terhindar dari penipuan badal haji:

  • Pastikan lembaga penyelenggara badal haji memiliki izin resmi dari Kemenag.
  • Jangan mudah tergiur dengan harga yang murah atau janji keberangkatan yang cepat.
  • Cek kredibilitas lembaga penyelenggara melalui website Kemenag atau dengan menghubungi langsung kantor Kemenag.
  • Mintalah bukti tertulis seperti perjanjian dan tanda terima pembayaran.
  • Jangan mentransfer uang muka yang besar sebelum mendapatkan bukti tertulis.
Baca Juga  Konflik Rempang, PBNU: Utamakan Syura, Hindari Koersif