Beranda

Massa Berbaju Hitam Geruduk Balai Kota Malang, Kritik Prabowo-Gibran

Ratusan massa Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu berunjuk rasa di Balai Kota Malang, membawa poster kritik terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran (jtn/io)

Ratusan massa Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu berunjuk rasa di Balai Kota Malang, membawa poster kritik terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

INDONESIAONLINE – Ratusan orang berpakaian serba hitam memadati kawasan depan Gedung Balai Kota Malang, Rabu (28/10/2026) sore. Dalam aksi yang digelar Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu tersebut, massa melontarkan kritik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Demonstrasi dimulai sekitar pukul 15.15 WIB. Peserta membawa sejumlah poster dengan pesan protes yang menyasar kekuasaan dan berbagai persoalan nasional. Beberapa di antaranya bertuliskan “Bakar Rezim Pra-Gib”, “Bakar Kekuasaan Prabowo-Gibran, Padamkan Api Karhutla”, “Your Greed Is Our Crisis”, serta “If We Burn, You Burn With Us”.

Pilihan kata dalam poster tersebut memperlihatkan kerasnya ekspresi ketidakpuasan yang disampaikan demonstran. Isu kekuasaan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) menjadi bagian dari pesan yang mereka bawa ke ruang publik.

Selain mengangkat poster, sejumlah peserta memperlihatkan gestur tiga jari dan tangan mengepal. Simbol-simbol itu menjadi bagian dari ekspresi politik massa dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Salah satu koordinator aksi menyebut demonstrasi tersebut sebagai momentum untuk menyuarakan keresahan masyarakat sekaligus menunjukkan keberpihakan terhadap persoalan yang mereka anggap perlu mendapat perhatian.

“Hari ini adalah momentum. Setelah dua tahun kepemimpinan Pragib, banyak masalah di negeri ini. Hari ini Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, kami sudah muak, kami akan menentukan keberpihakan,” ujarnya.

Menurut dia, aksi tersebut tidak terbatas pada satu kelompok. Demonstrasi itu, lanjutnya, menjadi ruang berkumpulnya berbagai sektor masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara bersama-sama.

“Kita bersatu dari seluruh sektor, untuk itu inilah yang disebut protes,” lanjutnya.

Di lokasi, peserta tetap bertahan menyampaikan tuntutan meski hujan rintik mengguyur kawasan Balai Kota Malang. Cuaca tidak menyurutkan massa untuk melanjutkan demonstrasi.

Aksi tersebut memperlihatkan bagaimana ruang publik di tingkat daerah menjadi tempat masyarakat menyampaikan kritik terhadap kebijakan dan arah pemerintahan nasional. Meski berlangsung di Malang, pesan yang dibawa demonstran ditujukan kepada kepemimpinan di tingkat pusat.

Hingga berita ini ditulis, demonstrasi masih berlangsung. Massa terus menyampaikan kritik dan tuntutan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran (rw/dnv).

Exit mobile version