INDONESIAONLINE – Pemerintah terus mempercepat perluasan jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mencanangkan target agar program ini dapat menyentuh 82,9 juta jiwa pada Mei 2026, yang menyasar anak-anak, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
Dalam agenda “Semangat Awal Tahun 2026” di Jakarta Selatan, Rabu (14/1), pria yang akrab disapa Zulhas ini memaparkan pencapaian terkini. Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 59,65 juta masyarakat telah merasakan manfaat program MBG.
Keberhasilan distribusi ini didukung oleh operasional 20.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar merata di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Lebih dari Sekadar Pemenuhan Nutrisi
Zulhas menekankan bahwa misi utama MBG adalah memperbaiki kualitas kesehatan nasional dengan menekan angka malnutrisi dan stunting. Namun di sisi lain, program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
“Setiap porsi makanan memerlukan bahan baku seperti beras, telur, ikan, hingga sayuran. Ini berarti ada permintaan jutaan bahan pangan setiap hari yang harus dipasok rakyat,” jelas Zulhas.
Dampak Masif bagi Ekonomi Desa
Besarnya jumlah penerima manfaat menciptakan efek domino yang signifikan bagi sektor hulu. Dengan target 82,9 juta orang, dibutuhkan pula 82,9 juta butir telur, potongan ikan, hingga porsi sayur dan buah setiap hari.
Apalagi, SPPG diwajibkan menyerap hasil produksi dari petani lokal, peternak, nelayan, UMKM, hingga BUMDes.
Skema ini diharapkan mampu menciptakan perputaran uang yang masif di wilayah pedesaan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Zulhas optimistis bahwa integrasi antara pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi ini akan menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia di tingkat akar rumput. (rds/hel)
