INDONESIAONLINE – Mujahid bin Jabar, seorang tabi’in terkemuka, dikenal luas tidak hanya karena kedekatannya dengan para sahabat Nabi, melainkan juga kontribusinya yang monumental dalam bidang tafsir Al-Qur’an.

Lahir di Makkah pada tahun 21 Hijriah, Mujahid tumbuh di lingkungan penuh ilmu dan agama. Ia berguru kepada para tabi’in ternama seperti Ibn ‘Abbas, Said bin Jubair, dan Qatadah.

Mujahid dikenal sebagai sosok yang tekun dan haus ilmu. Ia dikenal rajin menghafal Al-Qur’an dan mendalami tafsirnya. Bahkan, ia dikabarkan pernah meminta gurunya, Ibn ‘Abbas, untuk mengulang penjelasan tafsir sebuah ayat hingga 3 kali untuk memastikan pemahamannya benar.

Ia berkata, “Aku telah menyodorkan (meminta tafsir secara rinci kepada Ibnu Abbas sebanyak tiga kali, berhenti di setiap ayat dan aku bertanya tentangnya, kepada siapa di turunkan, dan bagaimana kondisinya?,”

Mujahid memiliki metode tafsir tersendiri yang khas. Ia dikenal dengan gaya tafsirnya yang ringkas, padat, dan tidak bertele-tele. Namun, di balik ringkasnya penjelasan, Mujahid mengutamakan keakuratan dan kesesuaian makna tafsir dengan Al-Qur’an dan Hadits. Ia juga dikenal sering menggunakan metode perbandingan ayat serta penelusuran sejarah dan bahasa Arab untuk memperkuat penafsirannya.

Baca Juga  Manusia yang Pertama Masuk Surga, Siapakah?

Sufyan Ats-Tsauri Ulama ahli hadits masyhur era Abbasiyah pernah mengatakan perihal kepiawaian ilmu tafsir yang dimiliki Mujahid.

“Ambillah/ pelajarilah ilmu tafsir dari empat orang: Mujahid, Sa’id bin Jubair, Ikrimah, dan Adh-Dhahak,” kata Sufyan Ats-Tsauri.

Kepiawaian Mujahid juga diakui ahli tafsir lain, yakni Qatadah. Dikatakannya, bahwa Mujahid merupakan orang yang paling mengerti tentang tafsir.

Begitupun ahli tafsir lain, yakni Adz-Dzahabi yang juga mengatakan, Mujahid adalah seorang penghafal Al-Qur’an dan ahli tafsir

Karya-karya tafsir Mujahid tidak terdokumentasi secara lengkap. Namun, sumbangsihnya dalam bidang tafsir terwariskan melalui para muridnya. Para ulama setelahnya banyak mengutip riwayat tafsir Mujahid dalam kitab-kitab tafsir mereka.

Keteladanan Mujahid dalam menuntut ilmu dan kepakarannya dalam bidang tafsir menjadi warisan berharga bagi umat Islam. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi para pelajar dan pengkaji Al-Qur’an untuk terus memperdalam ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Kisah Karomah Kewalian Gus Dur Saat Beli Durian di Malang, Tahu Kebutuhan Mendesak Sang Penjual

Berikut beberapa catatan menarik tentang Mujahid bin Jabar:

  • Dikenal sebagai “Imam Ahlul Makkah dalam Tafsir”
  • Guru besar tafsir bagi murid-murid terkemuka, seperti Malik bin Anas dan Al-Awza’i
  • Meninggal dunia pada tahun 103 Hijriah dalam keadaan sujud

Meski informasi mengenai Mujahid bin Jabar tidak selengkap tokoh-tokoh lainnya, jejaknya dalam dunia tafsir tetap bersinar terang. Warisan ilmunya terus menginspirasi dan menjadi pedoman bagi umat Islam dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.