​Menkes: Virus Influenza H3N2 Subclade K Tidak Seberbahaya Covid-19

​Menkes: Virus Influenza H3N2 Subclade K Tidak Seberbahaya Covid-19
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (instagram)

INDONESIAONLINE – Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada terkait kemunculan varian baru influenza yang disebut Subclade K. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa varian yang sering dijuluki “super-flu” ini tidak memiliki tingkat fatalitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan infeksi virus Corona atau influenza pada umumnya.

​Budi Gunadi menjelaskan bahwa secara medis, fenomena ini merupakan evolusi dari influenza tipe A subtipe H3N2 yang sudah lama beredar. Munculnya Subclade K dipandang sebagai mutasi alami virus, serupa dengan transisi varian Delta ke Omicron pada masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

​”Sama seperti kasus Omicron atau Delta dahulu. Ini adalah virus H3N2. Hanya,  variannya yang berubah. Polanya mirip dengan dinamika virus Covid-19,” jelas menkes.

​Karakteristik dan Penanganan

​Menurut pantauan Kemenkes, virus H3N2 cenderung mengalami lonjakan kasus di negara-negara dengan empat musim, khususnya saat suhu menurun drastis di musim dingin. Sementara untuk wilayah tropis seperti Indonesia, fluktuasi kasusnya terpantau masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan lonjakan yang ekstrem.

​Negara-negara maju biasanya mengandalkan program vaksinasi influenza tahunan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan penularan serta mencegah risiko komplikasi bagi pasien.

​Imbauan kepada Masyarakat

​Menjawab kekhawatiran publik mengenai risiko kematian, menkes menegaskan bahwa Subclade K tidak lebih ganas dari pandemi yang pernah melanda dunia sebelumnya. Kunci utama dalam menghadapi virus ini adalah daya tahan tubuh yang kuat.

​”Apakah tingkat fatalitasnya setara Covid? Jawabannya tidak. Pesan saya bagi masyarakat, cukup jaga daya tahan tubuh, pastikan istirahat berkualitas dan penuhi nutrisi. Jika terpapar, pemulihannya sama seperti flu biasa,” tambah Budi.

Pemerintah menekankan bahwa meskipun istilah “super flu” terdengar mengintimidasi, secara klinis ini tetaplah influenza H3N2 yang dapat sembuh dengan penanganan mandiri dan pola hidup bersih sehat (PHBS). (rds/hel)