INDONESIAONLINE – Industri teknologi global kembali diguncang kabar kurang sedap. Microsoft, raksasa perangkat lunak asal Amerika Serikat, dirumorkan tengah menyusun rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang diprediksi akan menyasar hingga 22.000 karyawan pada awal tahun 2026.
Langkah drastis ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi restrukturisasi besar perusahaan guna mengalihkan fokus dan sumber daya ke sektor kecerdasan buatan (AI).
CEO Microsoft Satya Nadella sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa tahun 2026 akan menjadi periode yang penuh tantangan bagi dunia teknologi. Transisi dari sekadar uji coba AI menuju integrasi sistem yang lebih mendalam menuntut perusahaan untuk melakukan perubahan besar dalam alokasi anggaran.
Berdasarkan laporan yang beredar, Microsoft sedang memindahkan belanja modal mereka secara masif untuk pengadaan GPU dan pembangunan pusat data (data center). Untuk menyeimbangkan neraca keuangan akibat tingginya biaya infrastruktur AI tersebut, efisiensi dari sisi sumber daya manusia menjadi langkah yang sulit dihindari.
Divisi yang Paling Terdampak
Meski belum ada pernyataan resmi, laporan dari HR Digest dan sumber industri lainnya menyebutkan bahwa pemangkasan ini diperkirakan mencapai 5 hingga 10 persen dari total staf global Microsoft. Beberapa area yang dianggap paling rentan terhadap kebijakan efisiensi ini meliputi:
- Manajemen Menengah: Upaya merampingkan struktur organisasi agar lebih lincah.
- Azure Cloud: Penyesuaian pada bagian operasional tertentu.
- Divisi Gaming (Xbox): Reorganisasi pasca-akuisisi besar di tahun-tahun sebelumnya.
- Tim Penjualan dan Rekayasa Non-Inti: Pemangkasan pada proyek-proyek yang tidak berkaitan langsung dengan visi utama AI.
Tren Efisiensi Berkelanjutan
Jika rumor ini terbukti benar, maka ini akan menjadi kelanjutan dari tren efisiensi yang telah dimulai Microsoft sejak tahun lalu. Sebagai catatan, pada 2025 saja, perusahaan ini dilaporkan telah menghapus sekitar 15.000 posisi pekerjaan.
Satya Nadella sempat mengungkapkan bahwa skala organisasi yang terlalu besar, dengan jumlah karyawan mencapai 220.000 orang secara global, dapat menjadi hambatan dalam persaingan AI yang bergerak sangat cepat.
Ringkasan Prediksi PHK Microsoft:
- Estimasi Jumlah: 11.000 hingga 22.000 karyawan.
- Waktu Eksekusi: Kuartal pertama (Januari – Maret) 2026.
- Alasan Utama: Penghematan biaya operasional untuk mendanai riset dan infrastruktur AI. (rds/hel)
