JATIMTIMES – Bagi warga Jombang lokasi ini bisa menjadi pilihan alternatif wisata edukasi di kota santri. Museum cagar budaya yang baru dibuka di Jombang ini menawarkan wisata edukasi yang menyajikan bukti sejarah keberadaan kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Museum cagar budaya ini baru dibuka untuk umum pada 27 Januari 2022 lalu. Lokasinya berada di gedung B kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Jalan Bupati R Soedirman, Jombang.

Di dalam museum ini tersimpan sekitar 60 benda purbakala yang ditemukan saat proses ekskavasi atau penggalian arkeologi di sejumlah lokasi cagar budaya di Jombang. Seperti jaladwara atau pancuran air yang ditemukan di Situs Petirtaan Sumberbeji di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro sepanjang ekskavasi sejak tahun 2019-2021.

Jaladwara ini berbahan batu andesit dengan bentuk menyerupai ikan dengan mulut membuka dan bibir atas melingkar ke atas membentuk belalai gajah. Pada bagian belakang terdapat ekor panjang yang berfungsi sebagai saluran air keluar. Jaladwara sejatinya difungsikan untuk pancuran air pada petirtaan suci milik keluarga kerajaan.

Selain itu, museum ini juga menyimpan sejumlah arca yang baru ditemukan saat ekskavasi Situs Pandegong di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno pada November 2021 lalu. Yaitu arca mahakala berbentuk sosok manusia gemuk dengan tangan kanan memegang senjata gada. Arca berukuran tinggi 60 cm, lebar 30 cm dan tebal 12 cm ini sejatinya menempati relung kiri pintu masuk candi.

Baca Juga  Ada Lumba-Lumba Muncul di Pantai Tiga Warna, Sejumlah Wisatawan Terkejut

Kemudian arca Nandiswara berbentuk pria memakai penutup kepala dengan bagian bada berhias kelat bahu dan kalung. Arca ini biasanya menempati relung kanan pintu masuk candi. Lalu ada juga fragmen arca kepala brahma dengan bentuk 4 wajah. Fragmen arca Dewa Brahma ini ditemukan pada tahun 2017 lalu.

Tidak hanya itu, museum cagar budaya ini juga menyimpan berbagai benda purbakala lainnya berupa bata merah kuno hingga sejumlah keramik kuno dari berbagai zaman dinasti di negeri Cina. Sebagian koleksi tersebut dipinjam dari Pusat Informasi Majapahit di Mojokerto.

“Yang ada di sini semuanya berasal (temuan, red) dari Jombang. Waktu ekskavasi,” terang Pamong Budaya Sub Koordinasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Iswahyudi Hidayat saat ditemui wartawan, Selasa (08/02/2022).

Baca Juga  Gunung Bromo Tetap Jadi Primadona Libur Panjang Waisak, Pengunjung Membludak

Dikatakan Iswahyudi, museum cagar budaya tersebut dibuka untuk umum di waktu jam kerja di hari Senin-Jumat tanpa dipungut biaya. Masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang sejarah kerajaan di Nusantara melalui benda-benda purbakala yang menjadi koleksi museum tersebut.

“Silahkan semua unsur, usia sekolah, masyarakat umum. Tidak hanya SD, madrasah pun juga bisa. Harapannya museum sebagai sarana edukasi dan sarana rekreasi. Jadi wisata edukasi,” ucapnya.

Salah satu warga Jombang May Aini (25) mengaku senang dengan adanya museum cagar budaya di kota santri. Museum ini bisa jadi alternatif wisata di Kabupaten Jombang.

“Ini kan bisa jadi wisata edukasi. Sebagai wadah untuk pengetahuan tentang sejarah orang-orang Jombang dan pelestarian budaya,” ujarnya.

Menurut dia, museum ini sangat bermanfaat bagi para pelajar untuk mengetahui sejarah leluhur. Terutama sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia, khususnya Jombang.

“Bisa jadi edukasi ke anak-anak didik kita, tentang bagaimana sejarah itu,” pungkasnya.



Adi Rosul