Peristiwa

Pedagang Pasar Tumpah Tolak Relokasi, DPRD Usulkan 3 Solusi

7
×

Pedagang Pasar Tumpah Tolak Relokasi, DPRD Usulkan 3 Solusi

Sebarkan artikel ini

INDONESIAONLINE – Ratusan pedagang Pasar Tumpah Jalan Anggrek menggelar aksi protes di kantor DPRD Kota Blitar pada 14 Mei 2024 lalu. Mereka menolak relokasi ke tempat baru di timur Pasar Templek, Jalan Kacapiring.

Protes ini memicu pertemuan antara DPRD, Disperindag, dan koordinator Pasar Templek pada 21 Mei 2024. Rapat membahas pendataan pedagang dan solusi relokasi.

Ketua Komisi II DPRD Yohan Tri Waluyo menjelaskan, awalnya hanya 185 pedagang di Jalan Anggrek. Tapi, setelah rencana relokasi diumumkan, jumlahnya melonjak menjadi 270 pedagang.

“Sebenarnya, Paguyuban Pasar Tumpah ini sudah diajak duduk bersama dengan Paguyuban Pasar Templek, dan disediakan space 185 tempat untuk dikelola sendiri. Tetapi nyatanya banyak keluhan yang disampaikan para pedagang Pasar Tumpah,” kata Yohan Tri Waluyo, Rabu (22/5/2024).

Yohan menambahkan, Pasar Tumpah di timur Pasar Templek telah menampung 329 pedagang dan beroperasi baik. Ia juga menyebut 160 lapak kosong di Pasar Legi dan eks Mastrip Pasar Dimoro yang bisa menampung 250 pedagang.

Baca  Tim 01 dan 03 Kompak: Ada Kecurangan TSM di Pemilu 2024

“Nah, ini yang harus kita carikan benang merahnya. Di satu sisi paguyuban sudah menyampaikan keluhannya dan Disperindag juga sudah menyampaikan paparannya. Akhirnya, dalam rapat tadi kita carikan solusinya. Dan sudah ada tiga solusi yang nantinya akan kita tawarkan kepada paguyuban Pasar Tumpah,” jelasnya.

Tiga solusi yang ditawarkan DPRD Kota Blitar adalah sebagai berikut:

  1. 80 Lapak Kosong di Timur Templek diperuntukan bagi pedagang yang belum mendapat tempat.
  2. Relokasi ke Pasar Legi: Pedagang harus menempati lapak kosong di barat Pasar Legi.
  3. Relokasi ke Eks Mastrip Dimoro: Kapasitas 250 pedagang, tempat sudah dipaving.

“Jadi monggo nanti tiga alternatif solusi ini akan kita sampaikan ke teman-teman pedagang Pasar Tumpah. Dan keputusan ada di mereka. Yang jelas kami dari Komisi II DPRD, Disperindag dan koordinator Pasar Templek sudah mencarikan solusi yang terbaik,” pungkas Yohan (ar/dnv).