Antisipasi Konflik dengan PKL, Disparpora Panggil Pelaku Usaha Wisata Bendi

JATIMTIMES – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso mengumpulkan 10 pelaku usaha wisata bendi di Graha Ijen, Senin (17/1/2022). 

Disparpora Bondowoso akan menertibkan pelaku usaha wisata bendi yang setiap beroperasi di Alun-alun Ki Bagus Asra menyusul adanya keluhan bahwa lokasi kerja mereka ditempati oleh para pedagang kaki lima (PKL).

Sekretaris Disparbudpora Bondowoso Adi Sunaryadi menerangkan, penertiban dilakukan dengan cara membentuk kepengurusan paguyuban dengan susunan pengurus baru.

“Karena dalam perkembangannya bendi wisata ini semakin banyak peminatnya. Sehingga harus ada aturan soal bendi wisata,” kata Adi.

Di tempat yang sama, Kabag Ops Polres Bondowoso AKP Agustinus Robby Hartanto menerangkan, keberadaan para PKL bukan semata-mata salah mereka. Karena PKL menempati sekitar area tersebut atas dasar persetujuan pengusaha bendi wisata.

“Anggaplah lokasi kerja mereka ada yang digunakan oleh teman-teman PKL. Itupun menurut saya kesalahan daripada teman-teman bendi sendiri. Karena apa, mereka diizinkan,” terangnya.

Untuk itu, ia sepakat dengan Disparbudpora agar mereka mengadakan koordinasi setiap bulan sekali. Karena keberadaan bendi di alun-alun juga membawa nama baik Bondowoso.

“Karena tadi yang saya sampaikan, baru saya lihat yang ada cuma di Bondowoso saja untuk wisata kota,” lanjutnya.

Agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari, Robby menyebut harus ada koordinasi antara Diskoperindag dan Disparbudpora selaku OPD pengampu. Karena diakuinya, masalah tersebut memang berpotensi terjadi konflik antar pengusaha bendi dengan PKL.

“Ya, cuma konflik bisa yang masih bisa kita selesaikan. Untuk itu segera kita rapatkan agar konflik itu tidak berkepanjangan,” bebernya. 

Sementara itu, Ketua Paguyuban Bendi Wisata Misnawi (52) mengakui, PKL menempati areanya atas dasar kesepatakan bersama. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah PKL makin bertambah dan lokasi bendi wisata kian sempit. Padahal, sebelumnya sudah disediakan tempat khusus bagi mereka. 

“Ada pedagang yang ngampung di lokasi bendi wisata. Itu ngampung sementara cari rejeki. Ternyata dia semakin lama semakin bertambah,” katanya.

Mengenai teguran Dinas Lingkungan Hidup soal kerusakan taman alun-alun, ia menegaskan bahwa kerusakan berasal dari penumpang, bukan dari pengusaha bendi. “Itu kan penumpang kalau mau naik itu ngawur. Kadang menginjak bunga,” pungkasnya. 



Abror Rosi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Gelar Lomba Kreasi Memasak, Cara Kreatif Koperasi Srikandi Sejahtera Angkat Telur Blitar

INDONESIAONLINE – Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera menyelenggarakan lomba memasak olahan telur di…

Bupati Kediri Minta Pendidikan Pramuka Sebagai Ekstrakurikuler Wajib

INDONESIAONLINE  – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta pendidikan pramuka dijadikan sebagai…