Dok! APBD TA 2023 Kota Malang Disahkan, Optimis Target Pendapatan dan Belanja Daerah Rp2,8 Triliun

INDONESIAONLINE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang secara resmi telah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2023 dengan target APBD sebesar Rp 2,8 triliun.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyampaikan, sebanyak enam fraksi di DPRD Kota Malang telah menerima, menyepakati dan menyetujui Rancangan APBD TA 2023 Kota Malang sebagai Peraturan Daerah Kota Malang tentang APBD TA 2023.

Baca Juga : Infrastruktur Internet Memadai, Mas Dhito Dorong Digitalisasi Budaya dan Seni di Kediri 

 

Namun, dari enam fraksi yang telah menerima dan menyetujui, terdapat beberapa catatan penting yabg ditujukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Di antaranya Fraksi PDI Perjuangan terdapat 20 catatan, Fraksi PKB 9 catatan, Fraksi PKS 17 catatan, Fraksi Gerindra 2 catatan, Fraksi Golkar 12 catatan dan Fraksi Damai Demokrasi Indonesia (DDI) yang terdiri dari PAN, Partai Demokrat, PSI dan Partai Perindo 5 catatan. 

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.

Politisi PDI Perjuangan ini bersyukur setelah proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya RAPBD TA 2023 dapat disahkan sebagai Perda Kota Malang tentang APBD TA 2023. Pihaknya pun menyoroti angka dari APBD TA 2023 yang naik sekitar Rp233 miliar. 

“Kelihatan dari APBD kita naik dari Rp2,4 triliun menjadi Rp2,8 triliun, dari PAD semua naiknya, persis kenaikan PAD kita Rp400 miliar sehingga APBD kita naik,” ungkap Made kepada JatimTIMES.com, Senin (28/11/2022).

Pihaknya menjelaskan, dalam APBD Perubahan TA 2022, target PAD Kota Malang hingga akhir tahun 2022 nanti sebesar Rp566 miliar. Meski RAPBD TA 2023 telah disahkan dengan kenaikan yang tembus Rp1.179.181.683.130 atau sekitar Rp1,17 triliun, Made masih sangsi dengan keyakinan Pemkot Malang yang memasang target dalam APBD TA 2023 tinggi.

“Tahun ini PAD kita cuma Rp566 miliar, kok berani masang Rp1 triliun lebih itu kenapa. Kita kejar, mereka optimis ya sudah kita dukung tapi dengan banyak persyaratannya,” tegas Made.

Selain PAD, untuk target Pendapatan Transfer juga mengalami kenaikan hingga tembus Rp1.375.148.050.223. Lalu target lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp7.500.000.000. Kemudian untuk pagu pembiayaan daerah Rp249.935.340.000.

Selanjutnya, untuk belanja daerah pada APBD TA 2023 mencapai Rp2.811.764.973.353. Yakni dari 28 perangkat daerah yang ada, terdapat beberapa perangkat daerah yang memiliki pagu belanja daerah cukup tinggi.

Di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikbud) Rp696.476.164.285; Dinas Kesehatan (Dinkes) Rp424.508.370.587; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rp157.094.389.892; Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Rp422.465.326.528.

Dengan target APBD TA 2023 yang tinggi, Made pun khawatir jika target tinggi tersebut tidak tercapai, otomatis akan mengganggu belanja yang telah disusun oleh DPRD bersama Pemerintah Kota Malang.

“Tapi Bapenda tetap yakin, lalu OPD penghasil juga tetap yakin dengan angka itu, justru kemarin terjadi terbalik pembahasannya. Dewan malah tidak yakin dengan PAD Rp1,17 triliun itu kita minta yang realistis saja antara Rp850 sampai maksimal Rp900 miliar,” jelas Made.

Baca Juga : DPRD dan Bupati Tanda Tangani Raperda tentang APBD Kabupaten Banyuwangi Tahun Anggaran 2023 

 

Menurut Made, Pemerintah Kota Malang optimis dengan capaian PAD yang cukup tinggi tersebut dikarenakan situasi perekonomian membaik. Kemudian menurut perangkat daerah pengampu, perhitungan dari pemasukan pajak hotel, pajak bumi dan bangunan, BPHTB, mampu untuk menaikkan target APBD TA 2023. Namun hal itu juga harus selaras dengan segera disahkannya Ranperda PDRB dan Ranperda PTSP.

“Dewan akan menggarap itu karena pansusnya sudah terbentuk. Maksimal 15 Desember besok harus sudah kita selesaikan dan ini sebagai syarat dari Bapenda dan OPD penghasil untuk menaikkan PAD itu,” terang Made.

Wali Kota Malang Sutiaji.

Lebih lanjut, Made pun juga memerhatikan penyampaian pendapat akhir dari Wali Kota Malang Sutiaji yang akan segera bekerja keras dan bertindak untuk memenuhi target-target dalam APBD TA 2023 mendatang.

“Mungkin Pak Wali ingin menunjukkan RPJMDnya. Tapi ini masih kemarin ketemu titik tengahnya, nanti di PAK akan kita evaluasi lagi, di bulan Juli atau Agustus akan ketahuan ini akan tercapai atau tidak,” tegas Made.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan oleh jajaran DPRD Kota Malang dalam membahas APBD TA 2023. Sutiaji juga menyadari bahwa APBD TA 2023 merupakan APBD tertinggi sejak masa kepemimpinan dirinya pada tahun 2018 lalu hingga tahun 2022.

“Tahun 2018 dulu kami di angka Rp1,8 triliun tapi sekarang masuk Rp2,8 triliun jadi ada kenaikan Rp1 triliun dan kami bersyukur karena kami juga perlu komitmen tinggi untuk optimalisasi pendapatan yang naik itu,” ujar Sutiaji.

Pihaknya pun meminta kepada semua pihak, khususnya kepada jajaran DPRD Kota Malang untuk mengawasi kinerja dari seluruh perangkat daerah Pemkot Malang dalam menjalankan APBD TA 2023 mendatang.

“Pimpinan dan Anggota DPRD untuk kawal terus, support supaya kita semua mendapatkan pendanaan yang semakin hari makin baik. Goalnya adalah ketika APBD kita tinggi, tentu harapannya bagaimana kesejahteraan masyarakat kita bisa naik,” pungkas Sutiaji.

You May Also Like

Gelar Lomba Kreasi Memasak, Cara Kreatif Koperasi Srikandi Sejahtera Angkat Telur Blitar

INDONESIAONLINE – Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera menyelenggarakan lomba memasak olahan telur di…

Wali Kota Sutiaji Terima Ijazah Kitab Ratibul Haddad dan Syawariqul Anwar dari KHR Achmad Azaim

INDONESIAONLINE – Wali Kota Malang Sutiaji menerima ijazah Kitab Ratibul Haddad dan…