INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat kolaborasi dalam upaya mencegah penyebaran paham ekstremisme. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas keamanan, termasuk di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kolaborasi menjaga keamanan dan stabilitas daerah itu diwujudkan dengan kegiatan Penguatan Pemahaman Pemerintah Daerah terhadap Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) 2026–2029.
Sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen kedua pihak dalam memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi ancaman radikalisme dan terorisme. Kalimantan Timur dinilai memiliki peran strategis sebagai lokasi IKN sehingga memerlukan penguatan sistem pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Pemprov Kaltim dan BNPT akan mengoptimalkan berbagai program pencegahan ekstremisme berbasis kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut mencakup peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan moderasi beragama, serta deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikal.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai langkah BNPT dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
“Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mendukung keamanan dan keberlangsungan pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Arih Frananta Filipus Sembiring yang mewakili sekretaris daerah Provinsi Kaltim.
Dengan sinergi yang semakin erat antara pemerintah daerah dan BNPT, diharapkan upaya pencegahan ekstremisme dapat berjalan lebih efektif sehingga stabilitas keamanan di Kalimantan Timur, khususnya sebagai wilayah penyangga IKN, tetap terjaga. (ra/hel)
