Pemuda yang Tenggelam di Bendungan Sutami Ditemukan berkat Ombak Buatan

INDONESIAONLINE– Jasad Hamit Ali Irfani, warga Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang dikabarkan hilang saat menjala iklan di Bendungan Sutami akhirnya ditemukan, Kamis (30/3/2023).

Jasad pria 31 tahun itu ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian. Yakni di kawasan Sungai Brantas, Bendungan Sutami, Karangkates, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Ketua SAR Awangga Kabupaten Malang Budi Santoso menyebut, jasad korban ditemukan setelah personel gabungan yang terlibat dalam pencarian membuat ombak buatan menggunakan mesin perahu karet di sekitar lokasi kejadian.

“Awalnya di TKP (Tempat Kejadian Perkara) tadi itu diublek (diobok-obok, red). Jadi kita pakai mesin diunyer-unyerne (diputar-putar, red). Sehingga terjadi ombak, terjadi arus,” katanya saat dikonfirmasi awak media sesaat setelah mengevakuasi jasad korban.

Dijelaskan Budi, teknik menciptakan ombak buatan itu dilakukan dengan pertimbangan agar jasad korban lebih cepat mengapung ke permukaan air.

“Jadi air itu bergerak, sehingga dia akan lebih mudah, akan lebih cepat mengapung. Akhirnya betul mengapung di tempat tersebut, di sekitar TKP,” terang Budi.

Pihaknya menambahkan, secara teori mayat yang tenggelam di air kemungkinan baru mengapung sekitar tiga hari setelah kejadian. Oleh karenanya, personel gabungan yang terlibat dalam pencarian berinisiatif untuk membuat ombak buatan guna mempercepat proses pencarian.

“Orang itu kalau tenggelam, istilahnya berada di dasar, kemudian setelah dua, tiga hari kemudian baru berat badannya menjadi ringan, akhirnya mengapung. Tapi karena tadi airnya kita goyang, akhirnya dia mudah mengapung. Begitu mengapung, kelihatan, langsung kita evakuasi,” ungkapnya.

Saat ditemukan, kondisi mayat dalam keadaan utuh. Personel yang terlibat dalam pencarian, termasuk pihak kepolisian, menduga kuat insiden yang dialami korban murni  musibah kecelakaan.

“(Kondisinya) masih utuh, tetep masih pakai kaos coklat (yang dikenakan saat kejadian). Tidak ada tanda penganiayaan, murni kecelakaan, tenggelam,” tegasnya.

Sesaat setelah dievakuasi, lanjut Budi, jenasah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga dengan disaksikan oleh jajaran muspika setempat.

“Tidak diautopsi, langsung dibawa ke rumah duka. Tadi muspika sudah berada di tempat (rumah duka, red). Ditemukan sekitar jam 14.45 WIB,” tukasnya.

Sebagaimana yang telah diberitakan, Irfani dikabarkan hilang saat pergi mengendarai perahu miliknya untuk menjala ikan pada Selasa (28/3/2023). Sebelum dikabarkan hilang, sekitar pukul 10.00 WIB, Irfani pergi untuk menjala ikan di kawasan Bendungan Sutami.

Namun hingga sore sekitar pukul 16.00 WIB, yang bersangkutan tak kunjung pulang. Padahal biasanya pukul 15.00 WIB, Irfani sudah pulang ke rumahnya.

Keluarganya yang panik akhirnya mencari keberadaan korban dan hanya menemukan perahu milik Irfani di tengah perairan Bendungan Sutami. Barang miliknya juga masih ada di atas perahu. Namun, pria 31 tahun itu tak diketahui keberadaannya.

Kejadian itu pun akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Puluhan personel gabungan yang terbagi menjadi beberapa tim dikerahkan untuk melakukan pencarian. Hingga akhirnya, Kamis (30/3/2023) Irfani ditemukan tidak jauh dari lokasi korban diduga tenggelam. (al/hel)