Siapkan Diri jadi Kampus Bertaraf Internasional, UIN Malang Tingkatkan Kompetensi 110 Dosen Tetap Bukan PNS

INDONESIAONLINE – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus membangun komitmen menjadi kampus unggul bereputasi internasional. Berbagai upaya dilakukan kampus berlogo Ulul Albab ini. Salah satunya, mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi SDM (sumber daya manusia)  110 dosen tetap bukan PNS (DTB-PNS).

Melalui arahan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Pusat Studi Islam dan Sains (PSIS), 110 DTB-PNS ini mendapatkan paparan materi untuk meningkatkan kompetensi dosen bidang integrasi Islam dan sains. Ke-110 dosen ini mendapatkan materi dan belajar dengan empat narasumber berkompeten di bidang integrasi keilmuan, Rabu (31/8/2022).

Empat pemateri itu yakni Prof Rd Mulyadhi Kartanegara PhD dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Prof Dr Asep Saifuddin Chalim MA yang merupakan pemangku MBI (Madrasah Bertaraf Internasional) Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto; Dr Piet Hizbullah Khaidir MA, ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Paciran, Lamongan; dan Dr Achmad Khudori Soleh MAg yang merupakan wakil dekan di Fakultas Psikologi UIN Maliki.

Kepala LP2M UIN Malang Prof Dr Agus Maimun MPd menyampaikan, workshop ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan. Setiap dosen UIN Malang akan mengikuti kegiatan serupa, yang tentunya akan memperkuat kompetensi yang dimiliki, khususnya bagaimana mengintegrasikan keilmuan umum dan agama.

Sehingga, dalam transfer  pembelajaran, para mahasiswa akan mendapatkan keilmuan yang lebih. Selain mendapatkan keilmuan sesuai dengan disiplin ilmu, mahasiswa  mendapatkan keilmuan terkait keagamaan yang berkaitan dengan disiplin ilmunya.

“Meski kedua ilmu ini tidak selalu beriringan,  setidaknya ada ilmu agama yang bisa dijadikan rujukan di keilmuan lain,” tutur Prof Agus.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Islam dan Sains Dr Begum Fauziyah MFarm menambahkan, dalam gelaran workshop, selain mendapatkan materi, para peserta nantinya juga akan mendapatkan tugas terkait artikel ilmiah yang nantinya akan dikombinasi menjadi sebuah buku dengan tema serupa.

“Hari pertama, para dosen akan mendapatkan materi dari para ahli di bidang integrasi ilmu. Kemudian, para dosen akan mendapatkan penugasan,” pungkas Begum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Penerima Beasiswa Banyu Urip 2022 Dilatih Kepemimpinan dan Karir

INDONESIAONLINE – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bermitra dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat…

Wali Murid SDN 1 Bungur Ceritakan Sosok Guru Terbaik di Sekolah: Tak Urus Soal Polemik Rebutan Kelas

INDONESIAONLINE – Seperti suasana sekolah lainnya, di SD Negeri Bungur 1, Kecamatan…