Banjir Sutojayan Belum Surut, Bupati Blitar Cek Tanggul Jebol dan Bagikan Makanan untuk Warga

INDONESIAONLINE- Bupati Blitar Rini Syarifah kembali turun langsung meninjau bencana banjir di Kecamatan Sutojayan. Banjir di Sutojayan hingga berita ini ditulis masih belum surut dan ratusan warga masih berada di tempat pengungsian.

Dalam agenda ini, Bupati Blitar didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bertryanto dan Camat Sutojayan Heru Pujiono meninjau tanggul di Kecamatan Sutojayan. Setelah melakukan peninjauan, bupati yang akrab disapa Mak Rini langsung memerintahkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar Dicky Cobandono untuk memperbaiki tanggul saluran irigasi yang jebol. Tanggul tersebut jebol akibat hujan deras mulai hari Minggu kemarin.

“Tanggul tersebut mengalami jebol  hingga merendam lahan pertanian. Saya minta kepada Kepala Dinas PUPR agar tanggul ini segera diperbaiki,” kata Mak Rini.

Dalam kesempatan ini Mak Rini juga mendatangi rumah-rumah terdampak banjir dan membagikan makanan untuk warga sekitar. Mak Rini juga meminta agar OPD segera menindaklanjuti dan bersinergi sehingga bencana banjir dapat teratasi dengan cepat.

“Saya minta perangkat desa ataupun jajaran OPD harus saling bersinergi dan bergerak cepat. Perangkat desa harus berkoordinasi dengan OPD terkait mulai dari BPBD, Dinsos hingga PUPR,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar hingga Selasa (18/10/2022) belum surut. Kondisi ini membuat ratusan warga masih bertahan di tempat pengungsian.

Informasi yang dihimpun INDONESIAONLINE, ada 12 posko pengungsian yang didirikan untuk menampung warga terdampak banjir. Paling banyak adalah di gedung Kelurahan Sutojayan yang menampung 107 pengungsi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Ivong Bertryanto mengatakan, pihaknya memastikan para pengungsi dalam kondisi sehat. Namun ada beberapa kebutuhan yang diperlukan dimana yang paling urgent adalah kebutuhan dasar makan, minum dan obat-obatan.

“Yang paling diperlukan adalah kebutuhan dasar. Seperti makan, minum, popok bayi, selimut dan obat-obatan,” kata Ivong.

Ivong menambahkan, jika ada pihak yang hendak memberikan bantuan bisa disalurkan langsung ke posko  tanggap darurat yang ada di Kelurahan Sutojayan.

“Kami juga membutuhkan banyak obat-obatan karena kondisi cuaca dingin. Selain itu juga  makanan siap konsumsi atau makanan yang tahan lama seperti roti,” imbuhnya.

Data terkini dari BPBD Kabupaten Blitar, saat ini tercatat ada 465 warga mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah Kelurahan Sutojayan, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Wilayah Kelurahan Sutojayan menjadi titik terparah terdampak banjir diantara wilayah lain yang terendam banjir di Kabupaten Blitar.(Adv/Kmf)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…