Pengadaan Wastafel 2020 Belum Terbayar, Puluhan Rekanan Datangi Pemkab Jember

JATIMTIMES – Puluhan rekanan dan kontraktor pengadaan wastafel di ratusan sekolah di Kabupaten Jember, Rabu (2/2/2022) meluruk kantor Pemkab Jember, kedatangan 56 kontraktor ini untuk menagih pembayaran pengadaan wastafel tahun anggaran 2020 ke Bupati Jember.

Sayangnya saat rekanan dan kontraktor mendatangi kantor Pemkab Jember, Bupati Jember H. Hendy Siswanto tidak ada di tempat, informasi yang diterima media ini dari karyawan Humas Pemkab Jember, bupati saat ini ada di luar kota dalam rangka kunjungan kerja.

Sehingga para rekanan dan kontraktor menyerahkan surat tagihan ke bagian sekretariat Bupati Jember, dan ditemui oleh Edi Purwanto, di hadapan puluhan rekanan, Edi menyatakan, bahwa surat tersebut diterima dan akan disampaikan ke atasannya.

“Ini surat kami terima, nanti akan kami sampaikan ke Pak Bupati, untuk selanjutnya silahkan ditunggu dan akan dihubungi jika Pak Bupati sudah datang,” ujar Edi Purwanto.

Sementara Iswahyudi perwakilan dari rekanan, kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa kedatangannya di Pemkab Jember untuk menagih pembayaran pengadaan wastafel tahun 2020, karena sampai saat ini kejelasan kapan akan dilakukan pembayaran masih belum jelas dari Pemkab Jember.

“Kedatangan kami ke Pemkab ini untuk menagih pembayaran wastafel tahun pengadaan 2020, dimana sampai saat ini masih belum terbayarkan, kalau totalnya mungkin ada ratusan miliar, karena masing- masing rekanan nominalnya tidak sama,” ujar Iswahyudi.

Iswahyudi juga menyatakan, bahwa pihaknya sebelumnya sudah bertemu dengan bupati, dan saat itu dijanjikan akan dibayar pada akhir 2021,  bahkan bupati juga menyarankan kepada rekanan dan kontraktor untuk melakukan gugatan ke pengadilan untuk dijadikan dasar pembayaran.

“Dulu Pak Bupati pernah menemui kami, jika tagihan tersebut akan diusahakan untuk dibayarkan, bahkan bupati juga menyarankan ke kami agar melakukan gugatan, dan ini sudah kami lakukan, namun hanya sebagian yang terbayar, sisanya masih banyak yang belum dibayar,” ujar Iswahyudi.

Pihaknya berharap, agar Pemkab Jember dalam hal ini Bupati Hendy Siswanto untuk memenuhi hak-haknya dalam membayar rekanan yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, karena saat ini banyak rekanan dan kontraktor yang sudah tidak berdaya akibat banyaknya tagihan dari pihak bank.

“Kami ini sudah tidak berdaya, gara- gara pekerjaan sudah selesai tidak dibayar, bahkan ada beberapa teman kami sampai meninggal, saya sendiri harus menjual kendaraan untuk menutupi utang tersebut, kami berharap bupati mendengarkan keluhan kami para rekanan,” beber Iswahyudi.

Meski kedatangan puluhan rekanan dan kontraktor ke Pemkab Jember tidak mau disebut demo, tapi hanya mediasi, namun kedatangan mereka ke Pemkab Jember juga membawa beberapa poster.

Dari pantauan media ini, sebelum rekanan meninggalkan Pemkab Jember, menyempatkan diri untuk foto bersama dan memampang poster yang bertuliskan tagihan kepada bupati.

Beberapa tulisan tersebut diantaranya “Pak Bupati Kami Perusahaan Kecil Tolong Kami”, “Pak Bupati Tolong Kembalikan Hak Hak Kami, Mandor Mandor Kami, Tukang Tukang Kami Belum Terbayar”, “Aksi Simbolis Wes Wayahe Pekerjaan Wastafel Covid 29 2020 Terbayar”, dan “Pak Bupati Kami Lelah Bayar Bunga Bank, Sampai Rumah Kami Terjual”, bunyi dari poster yang dibentangkan rekanan sebelum meninggalkan Pemkab Jember. (*)



Moh. Ali Mahrus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…