Percepatan Pengembangan Perhutani, Dirjen PHL KLHK Kunker Lokasi Tanaman ATM KPH Jombang

JATIMTIMES – Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto berkunjung di lokasi tanaman agroforestry tebu mandiri (ATM) wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang, Jawa Timur. 

Dalam kunjungannya, Agus Justianto didampingi Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Endung Trihartaka, Wakil Kepala Divisi Regional Jatim Ratmanto Trimahono, dan Dirut PT Inhutani I Oman Suherman.

Administratur Perhutani KPH Jombang Muklisin yang menerima tamu KLHK dan jajaran petinggi Perhutani mengarahkan melakukan penanaman bibit pohon alpukat di sepanjang areal tanaman ATM.

Dalam sambutannya, Muklisin mengatakan, total rencana ATM kawasan hutan KPH Jombang  seluas 624 hektare. Yang udah direalisasikan 422 hektare, tersebar di 15 desa berada di 2 kabupaten, yakni Kabupaten Jombang dan Nganjuk.

Menurut dia, konsep ATM dilakukan dengan kelola sosial, khususnya areal tebu mandiri dengan tanaman agroforestry lainnya.

“Lokasi ATM ini merupakan kelas hutan tidak produktif. Dan dari pengelolaan ATM ini, nantinya masyarakat akan mendapatkan sharing sebesar 10 persen dari profit,” terang Muklisin.

Sementara, Dirut Perhutani Wahyu Kuncoro juga memaparkan bahwa agroforestry tebu mandiri merupakan salah satu strategi percepatan proyek dikembangkan Perhutani.   “Jadi, ada 9 quick winproject strategis,” ungkap Wahyu Kuncoro, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/01/2022)

Rincianya, tambah Wahyu Kuncoro, pembentukan Go Live E-commerce platform, co-firing Biomassa, wisata alam rebranding, New Perhutani Herbal Brand, Go Live Perhutani Digital Live Geospasial (Control Room), New Biomassa Factory, subsidiares reorganization, ketahanan pangan agroforestry, dan platform kemitraan sosial.

“Nanti akan ada control room yang terpusat di Jakarta untuk memonitor kegiatan dari persemaian, tanaman, pemeliharaan, produksi, industry dan lain-lain sampai kejadian kebakaran hutan bisa dipantau melalui control room,” sambungnya

Di tempat sama, Dirjen PHL Agus Justianto menyampaikan bahwa Perhutani telah menunjukkan kinerja bagus yang sampai saat ini dan sejak dulu sudah banyak melibatkan masyarakat. Sehingga, bisa dijadikan role model pengelolaan hutan yang bisa diterapkan diluar Jawa. 

Menurut Agus, izin multiusaha pola agroforestry tanaman pertanian dengan kehutanan merupakan usaha sangat ideal dan tidak meninggalkan keterlibatan masyarakat setempat. 

Agus menambahkan bahwa singkatan ATM dari agroforestry tebu mandiri ini sangat bagus  untuk dijadikan icon usaha Perhutani selanjutnya. “Tujuan kegiatan ATM merupakan program Presiden untuk memberikan nilai tambah produktifitas lahan kehutanan dan nilai tambah pendapatan masyarakat. Dan ini bisa dipromosikan untuk kegiatan sektor kehutanan diluar Jawa. Saya sangat apresiasi usaha Perhutani ini,” tutup Agus.

 



Ahmad Istihar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Selesai Dibangun, Bupati Resmikan Gedung Utama Sarja Arya Racana dan Kantor Satreskrim Polres Tulungagung 

JATIMTIMES – Renovasi  Mapolres Tulungagung, yaitu gedung utama Sarja Arya Racana dan…

Ferdy Sambo Terlibat Dugaan Pembunuhan Berencana, Kapolri Bubarkan Satgassus Polri

INDONESIAONLINE – Bareskrim Polri telah menetapkan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan…