Polres Ngawi Amankan Dua Tersangka Produsen Arak Beserta Tiga Ribu Liter Arak Siap Edar

JATIMTIMES – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Satuan Narkoba Polres Ngawi berhasil melakukan penggrebekan dua tempat produksi minuman keras (miras) jenis arak jowo (arjo) yang berada rdi Desa Sidolaju Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. 

Selain mengamankan dua pelaku produsen miras arjo berinisial STM berusia 57 tahun dan SYN berusia 46 tahun, anggota Satnarkoba Polres Ngawi juga mengamankan barang bukti setidaknya tiga ribu liter arak siap edar yang sudah dikemas dalam puluhan botol bekas air mineral. 

Tak hanya itu, Satnarkoba Polres Ngawi juga turut mengamankan barang bukti alat produksi miras arjo, diantaranya genthong berisi bahan baku pembuatan miras, ember, alat penyulingan arak dari genthong tanah liat dan sejumlah ember. 

Sayangnya, dalam pers realis di Makopolres Ngawi kedua tersangka tidak dihadirkan dan hanya barang bukti alat produksi miras jenis arak jowo. 

Wakapolres Ngawi Kompol Ricky Tri Darma didampingi Kasat Narkoba dan Kasubbag Humas Polres Ngawi AKP Supardi menyebutkan, operasi penggerebekan dua produsen miras arjo tersebut pada Kamis (02/12/2021) sekitar pukul 17.15 WIB. Kedua tersangka telah menjalankan bisnis haram sebagai produsen miras arjo lebih dari tiga tahun. 

“Sudah tiga tahun berjalan, cuma baru diketahui dari informasi yang berhasil dihimpun jajaran Satnarkoba Polres Ngawi. Selanjutnya ditindaklanjuti dan lakukan tindakan di TKP berhasil amankan barang bukti ribuan liter miras jenis arjo,” jelas Kompol Ricky Tri Darma kepada awak media saat pers realis di Makopolres Ngawi. 

Lebih lanjut Kompol Ricky Tri Darma menyampaikan, Satnarkoba Polres Ngawi kini terus mengembangkan upaya penyelidikan guna mengungkap keterlibatan jaringan peredaran produsen miras arjo dari luar daerah Kabupaten Ngawi. 

“Bentuk keseriusan Polres Ngawi cegah perayaan Nataru dengan pesta miras dengan menangkap dua produsen miras jenis arak jowo,” tegas Kompol Ricky Tri Darma. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua produsen miras arjo tersebut akan dijerat Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2012 tentang Pengawasan, Pengendalian, Peredaran Dan Penjualan minuman beralkohol dengan ancaman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling tinggi sebesar 50 juta rupiah.



Satria Romadhoni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…