Solusi belum Diputuskan Pemkot Batu, Jalan di Depan Relokasi Pasar Tiba-Tiba Diberi Urukan

Urukan batu bata terlihat di depan relokasi Pasar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES – Solusi agar tidak ada yang memanfaatkan badan jalan di depan relokasi pedagang Pasar Besar Kota Batu di jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Kota Batu masih belum terpecahkan. Di tengah-tengah mencari solusi itu, tiba-tiba terdapat urukan pada sela-sela bahu jalan dan badan jalan.

Terlihat urukan dari pecahan bata merah sudah menutup sela-sela bahu jalan dan badan jalan. Bahkan juga terdapat kendaraan roda dua yang terparkir pada area yang dipasang road barrier. Padahal sudah jelas ada papan larangan parkir. Petugas parkir pun nekat mengabaikan imbauan tersebut. 

Pengurukan tersebut tanpa adanya persetujuan dari pihak Pemkot Batu. Saat ini Pemkot Batu masih berkoordinasi dengan DPRD. “Pengurukan yang dilakukan itu salah. Kita ini masih mau berkoordinasi lagi sama Dewan, Diskumdag, PUPR tentang permasalahn parkir itu,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Imam Suryono.

Imam menambahkan, dengan pengurukan tersebut tentu akan mengganggu jalannya air saat hujan. “Nanti kalau diuruk gitu airnya lewat mana,” tambah Imam mantan Staf Ahli Pemkot Batu.

Harusnya Jalan Sultan Agung sudah bebas dari hambatan. Sebab risiko terjadi kecelakaan cukup besar “Siapa yang mau bertanggung jawab nanti,” imbuh Imam.

Sebelumnya, Imam bersama DPRD Kota Batu dan Polres Batu sudah menyiapkan tiga solusi yang disiapkan untuk mengatasi permasalahan ini. Rencananya parkir roda empat akan dialihkan di Pasar Parkir JTP 1 tepat berada di depan area relokasi.

Untuk yang roda dua bisa diletakkan di belakang PKL namun harus membangun lahan parkir diatas sungai. Pilihan lain memundurkan lahan pedagang kaki lima dan membagi setengah trotoar untuk lahan parkir dan pejalan kaki.

Sementara itu proses pengurukan yang dilakukan oleh para jukir itu juga mendapat teguran dari Kanit Kamsel lantas Kota Batu, Hendik Yuli Prasetyo yang saat itu berada di lapangan.

“Saya belum mendapatkan informasi apa-apa sebenarnya. Jadi saya sebatas menghimbau dulu. Saya menanyakan keputusan pengurukan itu dari siapa,” ucap Hendik.



Irsya Richa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…