INDONESIAONLINE – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengingatkan pentingnya kesiapan menyeluruh dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim mendatang di Kabupaten Paser. Ketersediaan akomodasi, fasilitas kesehatan, kesiapan venue, hingga pengelolaan anggaran, diminta dipersiapkan secara matang.
Belajar dari pengalaman penyelenggaraan porprov di Kabupaten Kutai Timur, Rudy meminta panitia dan pemerintah daerah tuan rumah bergerak lebih cepat mengantisipasi kebutuhan para kontingen. Salah satu perhatian utama adalah keterbatasan jumlah hotel di Kabupaten Paser.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rudy mendukung rencana pemanfaatan rumah warga sebagai tempat penginapan atau homestay bagi atlet dan ofisial. Selain akomodasi, kesiapan transportasi, fasilitas pertandingan, serta layanan kesehatan juga harus menjadi prioritas penyelenggara.
“Porprov ini bukan hanya panggung prestasi di cabang olahraga, tetapi juga bagaimana persaudaraan seluruh masyarakat Kalimantan Timur di Paser ini semakin terajut dengan baik,” ujar Rudy, Kamis (05/11/2026).
Selain persiapan teknis, Rudy turut menyoroti integritas penyelenggaraan event. Ia meminta KONI Kaltim memastikan aturan kompetisi diterapkan secara jelas, penugasan wasit dilakukan secara profesional, serta seluruh pertandingan atau perlombaan berlangsung adil dan menjunjung tinggi sportivitas.
Menurut gubernur, porprov harus menjadi ajang pembuktian prestasi atlet, bukan justru diwarnai polemik akibat keputusan pertandingan yang tidak profesional. Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga kehormatan kompetisi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Kita mengejar kemenangan, tapi kemenangan yang terhormat. Kalau kita kalah, kalahnya bermartabat. Pastikan jangan sampai protesnya lebih banyak daripada prestasinya,” tandasnya.
Anggaran Porprov Diminta Transparan dan Akuntabel
Persoalan pengelolaan anggaran juga menjadi perhatian gubernur. Rudy menginstruksikan agar seluruh alokasi dana penyelenggaraan porprov dikelola secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai kebutuhan serta kondisi riil di lapangan.
Rudy juga meminta setiap kendala dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatan memiliki penanggung jawab yang jelas dan target waktu penyelesaian yang terukur. Langkah tersebut diperlukan agar persoalan teknis maupun administrasi tidak menjadi masalah setelah kegiatan berakhir.
“Pastikan setiap rupiah yang dikeluarkan betul-betul mendukung penyelenggaraan dan kebutuhan atlet. Jangan sampai kegiatannya sudah selesai, kita ada masalah lagi di kemudian hari,” pungkas Rudy. (ra/hel)






