INDONESIAONLINE – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menjadi tuan rumah diselenggarakannya Training of Trainer (ToT) dan sertifikasi instruktur tingkat nasional yang merupakan skema trainer level 4 Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI. 

Kegiatan ToT dan Sertifikasi Instruktur Tingkat Nasional skema trainer level 4 BNSP RI berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang mulai Senin (20/2/2023) sampai Kamis (23/2/2023) mendatang. 

Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang M Nor Muhlas ini menyampaikan, program ToT dan sertifikasi instruktur tingkat nasional skema trainer level 4 BNSP RI ini merupakan kerja sama antara USAID Indonesia-IUWASH, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI serta Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. 

Baca Juga  Estetik dan Higienis, Kreasi Besek Warga Jombang ini Cocok untuk Kemasan Makanan

Muhlas mengatakan, bahwa terdapat 28 peserta yang turut serta dalam kegiatan ToT dan sertifikasi instruktur tingkat nasional skema trainer level 4 BNSP RI yang berasal dari lintas bidang. Mulai dari unsur pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), asosiasi air minum dan lembaga pendidikan pengelola institusi air minum se-Indonesia.  

“Tujuan penyelanggaraan ToT dari pusat pelatihan Tugu Tirta ini adalah untuk mendukung road map pengembangan BUMD Air Minum di Indonesia,” ungkap Muhlas, Senin (20/2/2023). 

Pihaknya menjelaskan, bahwa nantinya setiap peserta akan mendapatkan pelatihan dari trainer yang berkompeten di bidangnya. Deretan trainer yang akan memberikan pelatihan di antaranya, trainer Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Instruktur Kompeten Nasional (IKN) yakni Karvin Fadila dan E. Andi Ali Said. Adapun tim asessor terdiri dari Farid, Medyarto dan Ari Sutiarti. 

Baca Juga  Beda Pendapat, PWNU Jatim Mohon Rais Aam Tetap Jabat Ketum MUI, Ahwa Minta Rais Aam Tak Rangkap Jabatan

Lebih lanjut, akan terdapat beberapa materi yang disampaikan oleh para trainer kepada 28 peserta. Mulai dari pemberian materi terkait metodologi hingga praktek dari para master of trainer yang berkompeten dan bersertifikat. 

“Targetnya, selain meningkatkan kemampuan peserta dan menghasilkan instruktur yang kompeten dan tersertifikasi, juga meningkatkan rasio SDM unggul di bidang pengelolaan air minum,” pungkas Muhlas.