Piala Dunia 2026 Jadi Mesin Uang FIFA, Raup Rp269 Triliun

Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa trofi Piala Dunia untuk diserahkan kepada Spanyol sebagai tim juara. (reuters)

INDONESIAONLINE – FIFA mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu  menghasilkan pemasukan hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp269 triliun, melampaui target awal yang ditetapkan.

Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026).

Selain kesuksesan di lapangan, FIFA juga menikmati lonjakan keuntungan dari sisi finansial. Mengutip The Guardian, pendapatan FIFA dari ajang tersebut diperkirakan mencapai 15 miliar dolar AS, atau sekitar Rp269 triliun. Angka itu lebih tinggi sekitar 4 miliar dolar AS dibandingkan target awal sebesar 11 miliar dolar AS.

Jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2022 di Qatar, pendapatan FIFA tahun ini meningkat dua kali lipat. Pada edisi sebelumnya, badan sepak bola dunia tersebut membukukan pemasukan sekitar 7,5 miliar dolar AS atau setara Rp134 triliun.

Lonjakan pendapatan dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya bertambahnya jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Penambahan pertandingan dinilai memperluas peluang pemasukan dari berbagai sektor.

Selain itu, kenaikan harga tiket, terutama melalui pasar sekunder, turut menyumbang peningkatan pendapatan. FIFA memperoleh komisi sebesar 15 persen dari transaksi pembeli dan 15 persen dari penjual di pasar sekunder.

Besarnya pendapatan tersebut diperkirakan akan memberikan manfaat bagi berbagai asosiasi sepak bola anggota FIFA, meski mekanisme pembagian dana hingga kini masih dalam tahap pembahasan.

Keuntungan yang diperoleh juga disebut memperkuat peluang Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyatakan keinginannya agar negaranya menjadi tuan rumah tunggal pada edisi tersebut.

“Anda harus memilih Amerika Serikat lagi. Kali ini kami akan mengesampingkan Kanada dan Meksiko,” kata Trump, seperti dikutip The Guardian.

Sementara itu, FIFA juga tengah mengkaji usulan penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2030 dari 48 menjadi 64 tim. Langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang peningkatan pendapatan yang lebih besar pada penyelenggaraan turnamen mendatang. (hsa/hel)