JATIMTIMES Kaburnya polwan cantik, berinisial Briptu C dari satuan Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polresta Manado, saat ini menjadi sorotan publik. Briptu C disebut-sebut terkait dengan viralnya video asusila yang beredar di medsos. 

Namun hal tersebut dibantah oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol. Jules Abraham Abast. Jules menjelaskan, viralnya video asusila di media sosial, tidak ada kaitannya dengan Briptu C, oknum Polwan Polresta Manado yang desersi. “Viralnya video asusila di media sosial, tidak ada kaitannya dengan Briptu C yang desersi,” tegas Jules. 

Dia juga menegaskan bahwa identitas pemeran dalam video asusila tersebut,  belum diketahui secara pasti. Lebih lanjut Jules menerangkan, Briptu C belum dipecat atau diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas kepolisian, karena belum dilaksanakan Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri.

“Yang bersangkutan itu desersi atau meninggalkan tugas tanpa izin sejak 15 November 2021, dan sudah masuk DPO Polresta Manado, yang dikeluarkan pada 31 Januari 2022,” tegas Jules. 

Baca Juga  Bapak dan Anak Hilang Nyawa gegara Mesin Diesel di Sawah

Briptu C masuk DPO dalam rangka pencarian untuk diproses terkait desersi, bukan karena video yang beredar tersebut. Ditambahkan Jules, Polda Sulut sudah membentuk Tim Gabungan dari Propam yang akan melakukan pencarian keberadaan yang bersangkutan. 

Kapolresta Manado, Kombes Pol. Julianto P. Sirait, telah mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) No. DPO/01/I/HUK.11.1/2022/Provos, tertanggal 31 Januari 2022, untuk memburu polwan cantik yang lahir pada 26 Desember 1996 tersebut.

Sempat bikin heboh tahun 2015

Briptu C yang merupakan Christy Sugiarto, polwan di Kota Manado, Sulawesi Utara terus menjadi pembicaraan di internal polisi maupun masyarakat luas. Namanya ternyata sudah menghebohkan publik sejak 2015. Kala itu, polisi bernama lengkap Christy Triwahyuni Cantika Sugiarto itu mengumumkan dirinya mencari jodoh. Saat mengumumkan dirinya mencari jodoh, Christy masih berpangkat Bripda. 

Baca Juga  Kota Batu Jadi Tuan Rumah Rapat Dewan Pengurus Apeksi, Soroti 4 Isu Strategis, Juga Pemulihan Ekonomi

Adapun pria yang diidamkan yakni lelaki dewasa berusia 25-27 tahun. Woro-woro dirinya mencari jodoh itu tak ayal langsung membuat jagad Manado dan Sulawesi Utara gempar.

“Saya masih single. Kriteria lelaki yang saya cari pertama harus bekerja dan matang. Usianya harus di atas saya, maksimal 25-27 tahun. Yang paling penting penyayang dan baik hati. Apa pun pekerjaannya, mau polisi atau bukan, tidak masalah,” ujar Briptu Christy tahun 2015 lalu. 

Akibat woro-woronya itu, dia yang saat ini bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, menjadi pusat perhatian. Para pengusaha, pejabat, teman, hingga warga biasa, rela datang melihat polwan itu walaupun tidak ada urusan penting di Polresta Manado. 

Namun sayang, Bripda Christy belum bisa membuka hatinya pada siapa pun. Menurutnya, dia saat ini harus fokus pada karier untuk membahagiakan kedua orangtuanya. 



Desi Kris