INDONESIAONLINE – Presiden Prabowo Subianto akan mengunjungi Teheran, Iran, bersama pemimpin Pakistan. Kunjungan itu bertujuan untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah yang pecah akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat akhir Februari lalu.
Informasi tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. Jimly mengatakan, rencana itu disampaikan langsung oleh Prabowo saat pertemuan dengan para ulama, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.
Jimly mengungkapkan rasa syukurnya karena pemimpin Pakistan bersedia melakukan kunjungan bersama Presiden Prabowo ke Teheran sebagai bagian dari upaya meredakan eskalasi konflik di kawasan tersebut. “Rencana perjalanan itu muncul setelah pemimpin Pakistan menghubungi Presiden Prabowo beberapa jam sebelum pertemuan berlangsung. Kedua pihak sepakat untuk melakukan lawatan bersama ke Teheran,” ungkapnya.
Jimly menilai langkah tersebut positif karena menunjukkan adanya dukungan terhadap gagasan Indonesia untuk mengambil peran dalam upaya perdamaian. Dukungan dari Pakistan juga dianggap memperkuat inisiatif diplomasi yang diusulkan oleh Presiden Prabowo.
Jimly menambahkan, keterlibatan Indonesia dan Pakistan sebagai dua negara dengan populasi Muslim besar dinilai memiliki arti penting dalam mendorong upaya meredakan konflik di Timur Tengah. Meskipun peluang keberhasilannya belum tentu besar, ia menilai langkah mediasi tetap perlu dicoba.
“Inisiatif tersebut menunjukkan keinginan Indonesia untuk berperan lebih aktif di tingkat global, khususnya dalam meredakan ketegangan dan mencegah konflik semakin meluas,” kata mantan ketua MK (Mahkamah Konstitusi) itu.
Sebelumnya, Indonesia memang telah menyatakan kesiapan menjadi mediator setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran sejak akhir pekan lalu. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan situasi keamanan di kawasan.
Apabila kedua pihak yang bertikai menyetujui tawaran tersebut, Presiden Prabowo menyatakan kesediaannya untuk melakukan kunjungan ke Teheran guna menjalankan peran mediasi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa hingga saat ini Iran dan Amerika Serikat masih memantau perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan terkait tawaran mediasi tersebut.
Pemerintah Indonesia pun masih menunggu respons lebih lanjut dari kedua pihak mengenai kemungkinan dimulainya proses mediasi dalam beberapa waktu ke depan. (hsa/hel)
