INDONESIAONLINE – Pejabat tinggi Iran menghadiri hari kedua prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.pada Minggu (5/7). Sejumlah anggota keluarga ikut hadir, termasuk tiga putranya. Namun Mojtaba Khamenei yang disebut-sebut sebagai penerus kepemimpinan tertinggi Iran tidak terlihat dalam acara tersebut.
Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik sejak dilaporkan mengalami luka dalam serangan udara pada 28 Februari yang menewaskan Ali Khamenei bersama sejumlah korban lainnya. Berbagai laporan menyebut ia mengalami cedera serius pada kaki dan wajah.
Tiga putra Khamenei lainnya, yakni Meysam, Mostafa, dan Masoud Khamenei, tampak mengikuti prosesi pemakaman. Masoud terlihat menyeka air mata sambil mengenakan keffiyeh, syal yang identik dengan dukungan terhadap Palestina. Ketiganya juga baru kembali terlihat setelah sebelumnya tidak muncul sejak perang pecah.
Dalam prosesi tersebut, hadir pula Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Ahmad Vahidi yang berada di tengah kerumunan pelayat dengan pengawalan petugas berpakaian sipil. Komandan Pasukan Quds IRGC Esmail Qaani juga ikut menghadiri acara.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf memanjatkan doa di belakang peti jenazah Khamenei. Di sisi lain tampak peti jenazah putri, menantu laki-laki, menantu perempuan, serta cucu perempuan Khamenei yang masih berusia 14 bulan.
Seusai prosesi, Qalibaf mengunggah pernyataan di platform X yang menyebut Khamenei sebagai “syahid”. Acara tersebut dipandu penyair Mohammad Rasouli yang memimpin seruan “Mati Amerika” dan “Mati Israel” serta melontarkan kritik kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Ribuan warga memadati kompleks Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran meski suhu udara melebihi 35 derajat Celsius. Untuk mengurangi dampak panas, mesin kabut pendingin dioperasikan di sejumlah titik dan minuman dibagikan kepada para pelayat.
Iran menjadwalkan prosesi pemakaman besar di pusat Teheran pada Senin (6/7). Setelah itu, jenazah Ali Khamenei akan dibawa ke Qom sebelum diterbangkan ke Irak untuk menjalani rangkaian upacara di Najaf dan Karbala pada Rabu (8/7). Selanjutnya, jenazah akan dipulangkan ke Iran untuk dimakamkan di dekat makam para imam Syiah di Mashhad.
Rangkaian pemakaman yang berlangsung selama sepekan membuat perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat belum kembali dilanjutkan. Dalam wawancara dengan Axios, Donald Trump menyatakan tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran selama prosesi pemakaman berlangsung.
Pada hari yang sama, Trump juga menyinggung Iran saat berpidato dalam peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat di Washington DC. Ia memuji capaian militer AS dan mengklaim negaranya berhasil melumpuhkan kekuatan militer Iran.
“Kami telah meraih keberhasilan luar biasa. Lihat Venezuela, lihat Iran. Kami menghancurkannya, menghancurkan militernya,” ujar Trump. (rds/hel)
