INDONESIAONLINE – Umat Tridharma (Khong Hu Chu, Tao dan Buddha) sembahyang Hari Raya Imlek 2573 atau tahun 2022 masehi di Klenteng Eng An Kiong Malang di tengah suasana pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong Herman Subianto mengatakan, dalam perayaan Imlek tahun 2022 kali ini pihaknya bersama umat Tridharma yang lain berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Pasalnya sudah sejak Bulan Maret 2020 hingga tahun 2022 ini Covid-19 masih belum hilang.

“Doa yang diminta supaya umat terhindar dari bencana alam dan Covid-19 bisa segera selesai, teratasi dengan cepat dan rakyat bisa hidup normal kembali,” ungkap Herman kepada JatimTIMES.com, Selasa (1/2/2022).

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Indonesia, khususnya di Kota Malang, pihaknya melakukan pembatasan secara ketat saat pelaksanaan sembahyang di seluruh altar Klenteng Eng An Kiong.

Baca Juga  Rektor UIN Malang Sampaikan Tausiyah Isra' Mi'raj Pemprov Jatim

Setidaknya dalam pelaksanaan sembahyang menyambut Hari Raya Imlek 2573 dengan memerhatikan protokol kesehatan secara ketat, perwakilan umat Tridharma yang diperbolehkan melaksanakan ibadah secara langsung hanya 30 orang. “Meski begitu, umat secara mandiri bisa melakukan sembahyang mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB,” ujar Herman.

Herman menjelaskan, setiap perayaan Hari Raya Imlek 2573 selalu dimaknai sebagai waktu untuk berkumpul para umat beserta keluarganya. Lalu juga terdapat tradisi yang tiap tahun selalu dilakukan pada Hari Raya Imlek yakni umat yang berusia tua memberikan angpao kepada umat yang lebih muda.

“Imlek begini sanak saudara saling berkumpul menjadi satu, yang muda menghormati yang tua dan yang tua ngasih angpao (bingkisan berupa uang) kepada yang muda,” jelas Herman.

Selain itu, dalam menyambut Hari Raya Imlek selalu digelar beberapa tradisi. Di antaranya pertunjukan Barongsai, Wayang potehi dan acara lontongan atau Cap Go Meh.

Baca Juga  Camkan, 5 Hal Ini Dapat Datangkan Azab Allah

Namun, di tengah pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Bulan Maret 2020, pihak Yayasan Klenteng Eng An Kiong meniadakan pagelaran tradisi tersebut. Dikarenakan jika dipaksakan untuk digelar, ketakutannya akan muncul kerumunan masyarakat.

“Biasanya kalau sebelum pandemi itu kita menyediakan lontong Cap Go Meh sekitar 6.000 porsi untuk penduduk sekitar klenteng mulai pagi sampai sore,” ujar Herman.

Sementara itu, dalam perayaan Imlek tahun 2022 kali ini memiliki perlambangan shio macan air. Shio macan air sendiri memiliki filosofi orang yang tegar dan keras kepala jika merasa benar, serta selalu menunjukkan tindakan yang jujur.

“Dengan simbol shio macan air ini kami berharap agar di tahun 2022 ini semua umat terhindar dari bencana, malapetaka dan dilancarkan rezekinya,” pungkas Herman.



Tubagus Achmad