Prabowo resmikan SMA Taruna Nusantara Malang. Targetkan SMA Garuda di tiap provinsi dan 500 sekolah unggulan di level kabupaten rampung 4 tahun.
INDONESIAONLINE – Peta jalan pendidikan menengah di Indonesia tengah mengalami transformasi masif di awal tahun 2026. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan ambisi besarnya untuk mencetak “cetak biru” sumber daya manusia (SDM) unggul melalui ekspansi agresif institusi pendidikan elit. Hal ini ditegaskan Presiden saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, pada Selasa (13/1/2026).
Dalam pidato yang disiarkan langsung melalui kanal resmi Sekretariat Presiden, Prabowo tidak hanya sekadar memotong pita peresmian gedung baru. Ia memaparkan visi strategis jangka panjang yang disebutnya sebagai kunci kebangkitan peradaban nusantara: penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) melalui jejaring sekolah unggulan yang merata dari Sabang sampai Merauke.
Ekspansi “Kawah Candradimuka” ke Jawa Timur
SMA Taruna Nusantara, yang selama puluhan tahun identik dengan markasnya di Magelang, Jawa Tengah, kini resmi melebarkan sayapnya ke Jawa Timur. Peresmian Kampus Malang ini menandai babak baru desentralisasi pendidikan berkualitas tinggi yang selama ini terpusat di satu titik.
“Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang,” ucap Prabowo dengan lantang di hadapan para tamu undangan dan civitas akademika.
Dalam pandangan Prabowo, SMA Taruna Nusantara bukan sekadar sekolah biasa. Ia menyebutnya sebagai wadah strategis yang didirikan puluhan tahun lalu dengan misi spesifik: menjaring putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kapasitas intelektual di atas rata-rata. Mereka direkrut, dibina, dan ditempa untuk menjadi kader pemimpin masa depan.
Namun, Presiden menyadari bahwa satu atau dua kampus saja tidak cukup untuk menampung potensi demografi Indonesia yang begitu besar. Ia menekankan bahwa keberadaan sekolah semacam ini harus direplikasi secara masif untuk mempercepat akumulasi penguasaan Iptek nasional.
“SMA Taruna Nusantara didirikan sekian puluh tahun yang lalu dengan maksud untuk mencari putra-putri bangsa Indonesia yang memiliki kapasitas akademis yang unggul untuk dibina, diberi kesempatan yang terbaik, sehingga dapat meraih ilmu pengetahuan dengan cepat dan pada ujungnya dapat menjadi kader bangsa yang berguna bagi pembangunan suatu bangsa,” jelas Prabowo.
Filosofi Iptek: Jalan Keluar dari Kemiskinan
Analisis mendalam Prabowo mengenai urgensi sekolah unggulan tidak lepas dari korelasi antara pendidikan dan ekonomi. Dalam pidatonya, ia menarik garis tegas bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh kekayaan alam semata, melainkan oleh “otak” atau kemampuan manusianya dalam menguasai teknologi.
Menurutnya, hanya bangsa yang menguasai Iptek yang mampu mencapai tingkat peradaban tinggi. Lebih jauh lagi, ia meyakini bahwa teknologi adalah satu-satunya alat yang efektif untuk mengentaskan kemiskinan struktural dan kelaparan yang masih membayangi sebagian rakyat Indonesia.
“Letak kepada kemampuan bangsa itu untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi, hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kita dapat mencapai tingkat peradaban yang tinggi,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Dengan demikian kita dapat memberi kesejahteraan rakyat Indonesia, kita dapat memberi kualitas hidup kepada seluruh rakyat Indonesia untuk hidup dan kondisi yang baik, hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan.”
Pernyataan ini menyiratkan bahwa investasi besar-besaran pemerintah dalam pembangunan fisik sekolah unggulan sejatinya adalah investasi ekonomi jangka panjang. Lulusan dari sekolah-sekolah ini diharapkan menjadi teknokrat, ilmuwan, dan pemimpin yang mampu menciptakan nilai tambah bagi ekonomi nasional.
Benchmarking Global: Mengejar Ketertinggalan dari Inggris dan Malaysia
Salah satu poin menarik dalam pidato Presiden adalah komparasi internasional yang ia lakukan. Prabowo secara terbuka mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal dalam hal jumlah sekolah unggulan (center of excellence) jika dibandingkan dengan negara-negara maju, bahkan dengan negara tetangga.
Ia mencontohkan Inggris yang telah memiliki ratusan sekolah serupa yang berusia ratusan tahun, yang menjadi tulang punggung kemajuan peradaban Barat. Bahkan, ia menyinggung Malaysia, negara tetangga serumpun, yang menurut data pengamatannya telah memiliki lebih dari 20 sekolah unggulan sejenis.
“Dari pengamatan kita kepada negara-negara yang berkembang dengan pesat dengan negara-negara yang sudah jauh pembangunannya, peradabannya, terdapat sebuah negara mungkin di atas 100 sekolah-sekolah semacam ini,” ucap Prabowo.
“Di Malaysia saja sudah berapa puluh tahun, sudah lebih dari 20 sekolah-sekolah semacam ini. Di Inggris sudah ratusan tahun juga terdapat ratusan sekolah-sekolah semacam ini,” tambahnya.
Data ini menjadi landasan argumentasi Prabowo mengapa Indonesia harus “tancap gas”. Tidak ada waktu untuk berpuas diri dengan satu kampus legendaris di Magelang. Indonesia harus mengejar ketertinggalan kuantitas infrastruktur pendidikan elit ini demi mengejar ketertinggalan kualitas peradaban.
Peta Sebaran Baru: Dari IKN hingga Pagar Alam
Realisasi dari visi tersebut kini mulai terlihat. Prabowo merinci bahwa saat ini SMA Taruna Nusantara telah memiliki tiga kampus operasional: kampus induk di Magelang yang berdiri sejak era 1990-an, kampus Cimahi di Jawa Barat, dan kampus Malang yang baru saja diresmikan.
Namun, rencana besarnya tidak berhenti di Pulau Jawa. Pemerintah tengah memacu pembangunan fisik kampus-kampus baru di luar Jawa untuk memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas. Tiga lokasi strategis yang disebut Presiden sedang dalam proses pembangunan adalah:
- Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan: Sebagai simbol pusat pemerintahan baru.
- Minahasa, Sulawesi Utara: Merepresentasikan wilayah utara dan timur Indonesia.
- Pagar Alam, Sumatera Selatan: Mengakomodasi talenta dari wilayah barat (Sumatera).
Target yang ditetapkan Presiden pun sangat ambisius. Ia tidak memberikan waktu satu dekade, melainkan menuntut operasional dimulai dalam hitungan bulan.
“Kita harapkan akhir Desember 2026 kampus tersebut sudah bisa beroperasi,” ucap Prabowo optimis.
Lahirnya “SMA Garuda” dan Target 500 Sekolah Kabupaten
Kejutan terbesar dalam pidato tersebut adalah pengumuman mengenai pembentukan jenama (brand) sekolah unggulan baru yang diberi nama SMA Garuda. Ini merupakan strategi diversifikasi agar beban pencetakan SDM unggul tidak hanya bertumpu pada satu nama institusi.
Prabowo menargetkan pembangunan 20 sekolah tambahan di bawah bendera SMA Garuda. Visi utamanya adalah memastikan setiap provinsi di Indonesia memiliki minimal satu sekolah unggulan, entah itu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda. Ini adalah upaya untuk menghapus stigma bahwa pendidikan terbaik hanya ada di Jawa.
“Di samping itu rencana kita juga akan membentuk sasarannya 20 tambahan sekolah yang kita beri nama SMA Garuda. Nanti sasaran kita adalah hampir di tiap provinsi harus ada 1 SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda, 1 sekolah unggulan,” jelasnya.
Namun, visi pamungkas Prabowo melampaui level provinsi. Ia menginginkan adanya sekolah unggulan terintegrasi hingga ke tingkat kabupaten/kota. Dengan jumlah kabupaten/kota di Indonesia yang mencapai lebih dari 500, ini adalah proyek infrastruktur pendidikan terbesar dalam sejarah modern Indonesia.
Prabowo menetapkan tenggat waktu empat tahun untuk menyelesaikan target 500 sekolah unggulan terintegrasi tersebut. Artinya, sebelum masa jabatannya berakhir, infrastruktur pendidikan elit ini diharapkan sudah berdiri tegak di seluruh penjuru negeri.
“Dan rencana saya tiap kabupaten nanti kita bikin sekolah unggulan terintegrasi. 500 (sekolah) ini bisa kita selesaikan 4 tahun ke depan,” pungkas Prabowo menutup pidatonya.
Langkah ini dinilai sebagai pertaruhan besar pemerintah dalam mengubah demografi Indonesia dari sekadar pasar konsumen menjadi produsen inovasi. Dengan hadirnya SMA Taruna Nusantara Kampus Malang dan rencana ratusan SMA Garuda lainnya, genderang perang melawan kebodohan dan ketertinggalan teknologi telah resmi ditabuh lebih kencang dari sebelumnya.













