JATIMTIMES – Ribuan warga Kabupaten Lumajang yang tersebar di 7 desa dari 2 kecamatan masih merasakan dampak atas terjadinya erupsi Gunung Semeru. Rumah, harta benda rusak, bahkan juga ada beberapa masyarakat yang harus rela kehilangan sanak keluarganya. 

Kondisi tersebut ternyata diperparah dengan aksi penjarahan yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum-oknum ini mengambil beberapa barang berharga yang ada di dalam rumah warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru. 

Kondisi rumah yang kosong karena ditinggal penghuninya mengungsi ternyata dimanfaatkan oleh oknum-oknum tersebut. Beberapa barang yang hilang seperti kompor, kulkas, hewan ternak dan beberapa lainnya. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Kamar A, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

“Kalau ternak itu seperti ayam. Kalau seperti sapi atau kambing ndak ada. Terus kompor-kompor itu banyak yang diambili. Hingga saat ini, banyak warga yang mengeluh kalau rumahnya dijarah,” ujar personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sariyanto, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga  Vario Vs Vixion Adu Banteng di Tulungagung, 1 Pengendara Tewas

Hal tersebut diketahui saat pihaknya mendampingi warga saat mengevakuasi barang-barangnya yang ada di rumah. Tepatnya hari 3 pasca Gunung Semeru erupsi. Yakni pada Senin (6/12/2021) lalu. 

“Kalau laporan enggak, hanya saja mereka (warga) ini mengeluh,” imbuh Sariyanto. 

Mengantisipasi hal tersebut terjadi lebih parah, pihak BPBD Kabupaten Malang dan BPBD Kota Batu dengan sejumlah relawan, bersiaga hingga pukul 18.00 petang. 

“Kami juga menghalau warga atau masyarakat yang datang karena ingin melihat lokasi terdampak, atau warga yang ingin selfie di lokasi kejadian. Jadi seperti memblokade,” terang Sariyanto. 

Dari pantauannya, saat ini warga yang rumahnya terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru masih enggan untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Informasi yang dihimpun, kondisi cuaca yang masih perlu diwaspadai adalah saat hujan mulai turun. 

Baca Juga  Terima Penghargaan AK - PWI Pusat, Bupati Lamongan Jadi Pembicara Dialog Kebudayaan Nasional

“Warga masih trauma. Biasanya mereka (warga) siang itu kembali ke rumahnya. Lalu beranjak sore kembali ke pengungsian atau ke sanak keluarganya,” jelasnya. 

Hingga saat ini setidaknya sudah ada 6 warga yang mengeluh karena rumahnya dijarah. Sementara itu, dari catatannya, di Dusun Kamar A, ada sekitar 50 rumah yang terdampak banjir lahar dingin dan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru. 



Riski Wijaya