INDONESIAONLINE – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo baru saja mengalami musibah. Ganjar diketahui mengalami kecelakaan saat tengah bersepeda dengan sejumlah rekan-rekannya, Minggu (6/2/2022) pagi. Orang nomor 1 di Jawa Tengah itu terjatuh dari sepeda di area Taman Diponegoro, Jalan Sultan Agung, Semarang. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawat. Ganjar mengalami luka pada bagian tangan kanannya.

Berikut sederet faktar kecelakaan gowes yang dialami Ganjar: 

1. Kronologi kejadian

Kronologi kecelakaan yang dialami Ganjar pun dijelaskan oleh Kepala Bagian humas dan Protokol Pemprov Jateng, Agung Kristiyanto. Ia mengatakan, awalnya Ganjar ingin mengecek tempat masyarakat berkerumun saat bersepeda. Menurut Agung, kegiatan Ganjar itu dilakukan lantaran hari tersebut libur dan biasanya masyarakat berwisata.

“Bapak jatuh ketika sepedaan untuk mengecek antisipasi omicron. Bapak biasanya gowes untuk sekalian ketemu masyarakat dan tadi sebenarnya mau ke lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi pusat kerumunan,” kata Agung. 

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan Ganjar hendak melakukan peninjauan ke tempat penampungan pedagang Pasar Johar yang direlokasi usai sempat terbakar beberapa waktu lalu. Saat melintas di lokasi kejadian, Ganjar bersenggolan dengan sepeda kawannya hingga akhirnya terjatuh.

Baca Juga  Puncak HPN, Khofifah Raih Tokoh Peduli Wartawan 2023

2. Jalani operasi

Akibat insiden itu, Ganjar mengalami luka di tangan kanannya dan harus menjalani operasi. Usai kejadian, Ganjar langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kariadi Semarang untuk menjalani perawatan intensif. 

“Lukanya di sekitar lengan kanan karena jatuh. Sepeda itu agak terpelanting sepertinya,” ujar Agung. 

3. Masih dirawat di RS 

Setelah menjalani operasi, kini Ganjar masih menjalani perawatan intensif di Paviliun Garuda RSUP Kariadi Semarang. “Sekarang masih dirawat. Kita doakan bareng-bareng supaya beliau cepat sehat dan beraktivitas kembali,” ungkap Agung. 

Dia menambahkan, gowes pagi memang sudah menjadi kebiasaan Ganjar untuk bersilaturahmi, mengunjungi, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Di tengah pandemi Covid-19, Ganjar sering gowes sambil sosialisasi tentang protokol kesehatan di kampung-kampung maupun tempat keramaian. 

Baca Juga  Rumah Sedekah NU Beri Santunan Anak Yatim dan Janda

4. Warga sempat melihat rombongan sepeda

Sementara, seorang warga bernama Priyatno mengatakan, dirinya sempat melihat rombongan sepeda melintas di turunan setelah jembatan Banjir Kanal Barat Kota Semarang. Namun, Priyanto tak menyadari bahwa rombongan sepeda itu ada Ganjar Pranowo. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaam tersebut. 

“Saya enggak tahu, senggolan sama sepeda atau apa. Tapi tadi dari arah sana (barat) turunan mau ke sana (Indraprasta),” kata Priyatno. 

5. Warga tidak tahu yang jatuh adalah Ganjar

Saat insiden, Priyanto hendak menolong pesepeda yang terjatuh itu, namun dilarang. Saat itu, Priyatno tidak mengetahui peseda yang jatuh adalah Ganjar.

“Awalnya saya enggak tahu kalau itu Pak Ganjar karena engga berhadapan. Tahunya ada yang teriak-teriak. Tadi dipinggirin sama teman-temannya dibopong (diangkat) dijemput ambulan,” ujar Priyanto. 

Dia lantas mengaku baru sadar jika yang jatuh adalah Ganjar saat dibopong masuk ke ambulan.



Desi Kris