JATIMTIMES – Meski terus meningkatkan kewaspadaan akan penambahan kasus Covid-19, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih optimis belum masuk pada gelombang ketiga.

Hal itu karena bertambahnya kasus saat ini masih jauh dibandingkan pada masa setelah Idul Fitri 2021 lalu. Bisa dikatakan, bertambahnya kasus saat ini meski tinggi tapi fluktuatif.

“Jadi kasusnya fluktuatif, tapi tinggi. Kalau gelombang ketiga, belum masuk kategori itu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif.

Sebagai informasi, mulai Senin (31/1/2022) Kota Malang tercatat ada tambahan kasus sebanyak 26. Kemudian Selasa (1/1/2022) penambahan kasus juga bertambah mencapai 122 dalam sehari.

Pada Rabu (2/2/2022) kasus bertambah sebanyak 51, dan kemarin (Kamis, 3/2/2022) tercatat 162 kasus baru dalam sehari. Hal itu, kini menjadikan Kota Malang berada di peringkat ke dua se-Jawa Timur dengan jumlah total kasus aktif sebanyak 109.

Baca Juga  7 Manfaat Kangkung yang Jarang Diketahui, Bisa Cegah Kanker dan Kolesterol

Penambahan kasus baru ini, dikatakan Husnul, terbilang tetap bisa terkendali. Terlebih, seiring dengan itu angka kesembuhan pasien Covid-19 juga bertambah. Di mana, saat ini sudah tercatat penambahan baru sebanyak 53 pasien yang sembuh. Sehingga, angka recovery rate-nya mencapai 90 persen. Begitupula pasien yang masih terkonfirmasi positif mayoritas didominasi kasus asimptomatik atau tanpa gejala.

“Seperti dulu kita di bulan Juli, Agustus dan September itu masuk di gelombang kedua yang penambahannya satu hari sampai 310 kasus. Saat ini, 98 persen berdasarkan hasil tracing dari teman- teman itu tanpa gejala,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, agar masyarakat tidak cemas dengan kondisi lonjakan kasus Covid-19 ini. Dalam hal ini, ia meminta agar semua warga Kota Malang tetap waspada dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat.

Baca Juga  Dr Saddam Ismail: Makanan Enak Ini Terbukti Ampuh Sembuhkan Sakit Kepala

“Tetap waspada, jangan cemas. Ini kebanyakan yang terkena Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan. Jadi dimohon untuk melakukan isolasi mandiri,” tegasnya.



Arifina Cahyati Firdausi