INDONESIAONLINE – Jika saat ini suhu di Kota Batu bisa mencapai 15-17 derajat celcius, kondisi berbalik terasa di Makkah. Ya di sana suhu panas mencapai 47 derajat celcius. Tentunya ini sempat menjadi suatu kendala bagi jemaah haji asal Kota Batu. Pemkot Batu mendapati sebanyak 69 jemaah haji Kota Batu mengalami gangguan kesehatan.

Sedangkan 31 orang lainnya dilaporkan dalam kondisi sehat. Gangguan kesehatan yang dialami jemaah haji ini terjadi setelah di Arafah, Musdhalifah dan Mina.

“Banyaknya kegiatan, ditambah karena suhu yang panas membuat jemaah haji mengalami kelelahan sehingga sakit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Batu, drg Kartika Trisulandari, Kamis (28/7/2022).

Namun pemerintah Indonesia telah melakukan upaya awal, yakni mengingatkan para jamaah agar tidak beraktivitas secara berlebihan. Mereka diimbau untuk beribadah atau berkegiatan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Baca Juga  Dies Natalis, Unesa Launching Sepeda Motor Elektrik Khusus Disabilitas

Rencananya jemaah haji asal Kota Batu direncanakan pulang ke tanah air pada 29 Juli 2022 mendatang. Diprediksi mereka bisa sampai ke kota asal pada 30 Juli 2022.

Meski demikian, rasa bahagia tetap mengiringi ibadah mereka selama di sana. Seperti halnya yang dirasakan salah satu jamaah haji asal Kota Batu yang juga Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu Santi Restuningsasi. “Di Madinah memang suhunya mencapai 50 derajat. Namun saya dan lainnya tetap mendapatkan nikmat yang luar biasa,” ujar Santi.

Penantian yang cukup akhirnya bisa membuat Santi menjalankan ibadah haji di tengah suhu yang panas. “Suhu panas ini tergantikan dengan rasa bahagia, karena sudah nunggu lama, dan sekarang bisa menjalankan ibadah,” tutup Santi.

Baca Juga  Ungkap Penyebab Siswa SD di Jombang Meninggal usai Vaksinasi, Komda KIPI Turun Tangan