INDONESIAONLINE – Anggota Komisi VI DPR yang membidangi BUMN Andre Rosiade menanggapi polemik impor kereta bekas. 

Andre sejak awal telah mengingatkan agar PT KAI tidak melakukan impor dan memaksimalkan produksi dalam negeri.

“Dari awal 2021 saya sudah mengingatkan PT. KAI untuk jangan Impor kereta bekas,” kata Andre kepada wartawan, Sabtu (4/3/2023).

Lalu pada Januari 2021 lalu, Andre tercatat memang pernah menyampaikan agar impor kereta bekas disetop dan KAI disarankan untuk menggunakan produk Inka.

Pada waktu itu, Andre menyampaikan dua sikap. Pertama, Ketua DPD Gerindra Sumbar ini mendorong agar Kementerian BUMN meminta kepada KAI untuk melarang impor kereta api bekas.

Lalu yang kedua Andre mendorong Kementerian Perindustrian untuk konsisten melaksanakan Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2014 soal TKDN, sehingga laju impor kereta api beka bisa dihentikan.

Baca Juga  Cegah Kecelakaan dengan Kereta Api, Ngawi Akan Bangun 26 Titik Palang Pintu

Untuk saat ini, Andre melihat KAI tidak membuat perencanaan sehingga memaksakan impor kereta bekas. Apalagi niatan untuk impor itu terkesan mendadak.

“Seharusnya kalo sudah tahu butuh Kereta baru, mereka harus membuat rencana pengadaan dari jauh-jauh hari. Bukan tiba-tiba lalu mau Impor Barang Bekas,” kata Andre.

Selanjutnya, Andre menyatakan rencana impor kereta bekas ini tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah.

“Dan ini seperti “memaksa” pemerintah untuk menyetujui karena kesalahan KAI yang tidak membuat perencanaan yang baik,” tutur Andre.

Oleh sebab itu, Andre meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk melakukan evaluasi kepada jajaran direksi KAI.

“Dan untuk itu saya meminta Menteri BUMN untuk melakukan Evaluasi Total. Jangan ada lagi direksi bermental tukang impor. Padahal kebijakan Presiden Jokowi jelas dan terang benderang untuk mengurangi Impor,” kata Andre.

Baca Juga  TNI Salah Posting Foto Panglima Yudo: Disebut Bersama Warga Rempang, Nyatanya di Madiun

“Apalagi PT INKA mampu dan bisa. Apa gunanya kita Punya BUMN seperti PT INKA tapi enggak diberi kesempatan,” pungkasnya.