INDONESIAONLINE – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengonfirmasi bahwa jasad yang dievakuasi tim SAR di kawasan Taman Nasional Komodo, Minggu (4/1/2026) pagi, adalah Fernando Martin Carreras. Korban merupakan warga negara Spanyol yang menjabat sebagai pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF.
Kombes Henry Novika Chandra, kabid humas Polda NTT, menyatakan bahwa identitas korban telah dipastikan setelah penemuan pada pukul 08.47 WITA. Jasad pria dewasa tersebut ditemukan mengapung di antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca. Saat ini, jenazah telah dibawa ke RSUD Komodo untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Proses Identifikasi Sesuai Protokol Internasional
Pihak medis dan tim Biddokkes Polda NTT tengah melakukan prosedur visum et repertum. Henry menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan dengan ketat mengikuti standar Disaster Victim Identification (DVI) Interpol, yakni mencocokkan data primer dan sekunder korban (data ante-mortem dan post-mortem).
Di sisi lain, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko menegaskan bahwa operasi SAR masih berlangsung secara optimal. Petugas terus melakukan penyisiran di wilayah perairan untuk mengantisipasi adanya temuan lain. Kapolda juga mengimbau para nelayan maupun warga yang melintas di Selat Padar untuk segera melapor jika melihat benda mencurigakan atau puing kapal.
Kronologi Penemuan
Jasad Fernando kali pertama terlihat oleh kru kapal KPC 2007 milik Dit Polairud Polda NTT dalam posisi tertelungkup tanpa pakaian di permukaan laut yang tenang. Penemuan ini mengakhiri pencarian panjang setelah kapal pinisi Putri Sakinah yang ditumpangi korban dan keluarganya mengalami musibah di Selat Pulau Padar pada Jumat 26 Desember 2025 lalu.
Keluarga korban yang berada di posko SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah menerima kabar duka ini dengan penuh kesedihan. Salah satu anggota keluarga mengonfirmasi bahwa sosok yang ditemukan memang benar adalah Fernando. (rds/hel)













