TNI AL Turunkan 5 KRI dan Pesawat Cari Korban Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kondisi KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. Pencarian korban terus dilakukan. (ig)

INDONESIAONLINE – Upaya pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa terus dilakukan. Kapal yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin tersebut sebelumnya sempat hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik.

Dinas Penerangan Angkatan Laut menyampaikan, Senin (14/9/2026), TNI AL bersama Basarnas dan sejumlah instansi terkait masih melaksanakan operasi SAR di sekitar lokasi kejadian.

Dalam operasi tersebut, TNI AL mengerahkan sejumlah unsur laut dan udara. Armada yang diturunkan meliputi KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, KAL Kumai II-13-51, serta pesawat CN-235 MPA P-8301. Selain itu, TNI AL turut mengoperasikan Helly AS 365 N3+ dan Helly Panther untuk mendukung pemantauan dari udara serta pencarian korban.

Operasi pencarian dilaksanakan secara terpadu bersama Kantor SAR Banjarmasin, KSOP, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi, Pelindo, dan Lanal Banjarmasin. Seluruh unsur tersebut melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar titik kejadian.

Berdasarkan data sementara, KM Virgo Transport 8 membawa total 240 orang yang terdiri atas 210 penumpang dan 30 kru.
Hingga laporan tersebut disampaikan, sebanyak 113 orang telah dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Dari jumlah tersebut, 107 orang dinyatakan selamat, sementara enam lainnya meninggal dunia.

Pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan mengoptimalkan penyisiran di laut dengan dukungan pemantauan udara menggunakan unsur TNI AL dan SAR.

Pelaksanaan operasi tersebut juga mendapat pemantauan langsung dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan turut memantau  pencarian, termasuk Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.

TNI AL memastikan dukungan terhadap operasi kemanusiaan tersebut akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Langkah ini merupakan bagian dari pengabdian TNI AL kepada masyarakat melalui pelaksanaan operasi militer selain perang. (rds/hel)