Beranda

Trump Janji Bebaskan Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Trump Janji Bebaskan Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Turun
Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi 20 persen minyak bumi dunia. (anadolu agency)

INDONESIAONLINE  –
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya akan mulai membantu membebaskan kapal-kapal komersial yang terjebak di Selat Hormuz akibat konflik dengan Iran. Pernyataan ini langsung berdampak pada penurunan harga minyak dunia.

Harga minyak mentah Brent Crude turun US$0,64 atau 0,59% menjadi US$107,53 per barel pada pukul 23.08 GMT (06.08 WIB). Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga melemah US$0,84 atau 0,82% ke posisi US$101,10 per barel.

Meski begitu, harga minyak masih bertahan di atas US$100 per barel karena belum tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Negosiasi kedua negara yang berlangsung akhir pekan lalu dilaporkan belum menemukan titik temu.

“Perundingan perdamaian terhenti karena kedua belah pihak menolak bergeser dari garis merah masing-masing,” tulis analis ANZ dalam catatannya, dikutip dari Reuters, Senin (4/5/2026).

Trump menjadikan kesepakatan nuklir dengan Iran sebagai prioritas dalam upaya meredakan konflik. Di sisi lain, Iran mengusulkan agar pembahasan nuklir ditunda hingga perang berakhir, sembari mendorong pencabutan blokade pelayaran di kawasan Teluk.

Berkaca pada situasi tersebut, Trump menegaskan bahwa AS akan membantu kapal-kapal yang masih tertahan sejak pecahnya konflik pada akhir Februari lalu. Ia menyebut langkah ini penting demi menjaga stabilitas kawasan dan kelancaran perdagangan global.

“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara terkait bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka keluar dengan aman dari jalur perairan terlarang ini,” tulis Trump melalui media sosialnya, Minggu (3/5).

Pada hari yang sama, OPEC dan sekutunya juga mengumumkan rencana peningkatan target produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari mulai Juni untuk tujuh negara anggota. Kebijakan ini diharapkan dapat menambah pasokan global dan menekan harga energi. (hsa/hel)

Exit mobile version